JAKARTA – Dalam rangka merayakan milad ke-23 Bulan Sabit Merah Indonesia (BMSI) secara simbolis melepas keberangkatan tim ketiga dan keempat Emergency Medical Team (EMT) untuk tugas kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Pelepasan relawan tenaga medis dari BSMI dihadiri para stakesholder yang berlangsung di Hotel Aston, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (27/6).
Para dokter spesialis dan tenaga medis tersebut pada awal Juli 2025 diberangkatkab ke Gaza untuk memberikan bantuan medis di tengah lumpuhnya sistem kesehatan di wilayah tersebut. Kedua tim itu akan bertugas di Rumah Sakit Al-Nasr, Khan Younis, Gaza Selatan, yang saat ini menjadi salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang masih berfungsi.
Hal itu disampaikan Prof. Basuki Supartono, Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, kepada wartawan dalam acara tasyakuran Milad dan Pelepasan EMT 3 BSMI untuk Gaza. “Tim ketiga dijadwalkan berangkat pada 8 Juli, dan akan bertugas hingga 26 Juli. Tim ini kemudian akan disambung oleh tim keempat, yang akan berangkat pada 22 Juli dan bertugas hingga pertengahan Agustus,” papar Basuki.
Kedua tim ini akan dipimpin oleh Dr. dr. Jamaludin, seorang spesialis mata senior, yang sangat ahli di bidang katarak dan retina. Keahliannya diharapkan dapat membantu kebutuhan medis di Gaza,” ujar Basuki. Jamaludin akan ditemani oleh lima anggota tim lainnya, yaitu dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, seorang ahli bedah ortopedi senior, yang juga mewakili Universitas Brawijaya Malang, dr. Ristiawan Muji Laksono, seorang dokter konsultan senior, dr. Leny Suardi, seorang dokter ahli kandungan, dr. Yenny Rachmawati, seorang dokter ahli kulit, dr. Desro Rivan.
“Secara keseluruhan, tim ini terdiri dari enam dokter ahli, yang akan bekerja secara efektif selama 14 hari di Rumah Sakit Al-Nasr. Mereka akan bertugas atas nama Rahma Foundation dan BSMI untuk memberikan layanan medis sesuai dengan bidang keahlian masing-masing,” kata Basuki. Rumah Sakit Al-Nasr, yang setara dengan rumah sakit pendidikan tipe A di Jakarta, saat ini menjadi tumpuan pelayanan kesehatan di Gaza Selatan, setelah banyak fasilitas medis lain lumpuh, termasuk Rumah Sakit Syifa di Gaza City, dan Rumah Sakit Eropa.
Menurut dia, kondisi di Gaza yang telah bergeser, dari ‘green zone’ menjadi ‘red zone’ membuat banyak sumber daya manusia swasta telah meninggalkan rumah sakit, meninggalkan para PNS medis, yang sudah tiga bulan tidak menerima gaji. “Kehadiran tim EMT BSMI diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut dan menggantikan tugas mereka dalam shift tertentu,” kata Basuki.
“Masyarakat Indonesia dan rekan-rekan media dimohon untuk memberikan doa restu agar perjalanan tim berjalan lancar, dan tidak ada halangan berarti. Proses perizinan telah dilakukan sejak 14 hari lalu dan semoga Allah SWT mempermudah segala urusan,” pungkasnya pada acara yang dihadiri Hidayat Nur Wahid untuk memberikan tausyiah kemanusiaan. (jo)







Komentar