oleh

Satlantas Polres Bogor Dituding Tak Konsisten Berlakukan Sistem Jalur Puncak

POSKOTA. CO – Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata dianggap tak konsisten berlakukan sistim dan aturan di jalur wisata Puncak.

Saat berbeda, Sat Lantas Polres Bogor mengambil langkah diskresi kepada pengguna jalan dengan memberlakukan sistim one way. Tapi di saat berbeda membiarkan motor gede (moge) melintas hanya dengan alasan jalur sedang normal.

AKP Dicky lalu menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 84, 74 dan 75 Tahun 2021, motor tidak terkena Operasi ganjil genap (Gage) di kawasan Puncak, Bogor.

Menurut AKP Dicky, selain karena volume kendaraan atau kepadatan lalu lintas di kawasan puncak terbilang normal, yang terkena operasi Gage hanya kendaraan roda empat atau lebih.

“Karena kepadatan lalu lintas terbilang normal, hari ini kami mengambil langkah diskresi kepada semua pengendara motor dan membebaskan mereka masuk ke kawasan puncak,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata kepada wartawan, Kamis (3/3/2022).

Mantan pengawal ibu negara Iriana Joko Widodo ini menambahkan, sejak H-1 libur Hari Nyepi, dalam pelaksanaan operasi Gage, jajarannya dibantu Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor telah memutarkan balik 565 unit mobil.

“Sejak Rabu (2/3/2022) malam hingga Kamis (3/3/2022) sore, Satlantas Polres Bogor telah memutar balikkan 565 mobil. Volume kendaraan di jalur puncak sejak pukul 13.00 hingga 15.30 WIB cukup padat. Diskresi dan rekayasa arus lalu lintas ke arah Jakarta diberlakukan. Hal ini untuk menjaga lalu lintas di kawasam puncak tidak lagi padat,” ujar AKP Dicky.

Terkait Moge yang melintas bebas di jalur wisata puncak, Irianto, ketua monitoring hukum mengatakan, sikap yang tidak konsisten sedang dipertunjukan Kasat Lantas Polres Bogor.

Hal yang lain, Kabupaten Bogor masih dalam level 3 PPKM dengan tingkat kenaikan Covid 19 yang masih tinggi, seharusnya AKP Dicky konsisten menerapkan aturan.

“Dulu waktu varian delta, motor dan mobil bisa diputar balik. Bahkan ada pembatasan mobil luar Bogor masuk. Kenapa ini hanya dengan alasan jalur normal, moge dengan begitu mudahnya melintas,”kata Irianto Kamis malam.

“Kalau ini pola pikir Kasat Lantas, dia tidak mendukung himbauan Bupati Bogor. Prihatin juga di saat tiap-tiap Polsek gencar melakukan himbauan untuk tidak bepergian guna mencegah penyebaran Covid 19, pak Kasat Lantas Polres Bogor malah membiarkan kepadatan di jalur dengan melintasnya moge. Luar biasa Kasat Lantas ini. Apakah dia mantan ajudan ibu Iriana jadi hebat ya,”ujar Irianto dengan nada bertanya. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.