oleh

Kubur Asa Sinner, Nadal Bentrok Lawan Schwartzman di Semifinal

POSKOTA.CO – Petenis yang dijuluki Kig of Clay, Rafael Nadal (Spanyol), meneruskan keperkasaan lolos ke semifinal turnamen Grand Slam lapangan tanah liat  Perancis Terbuka 2020, setelah di perempat final mengubur asa bintang remaja 19 tahun  Jannik Sinner  (Italia) engan tiga set langsung 7-6 (7/4), 6-4, 6-1, Selasa (6/10/2020), di lapangan Philipe Chatrier Roland Garros Paris, Perancis.

Nadal menang dalam dua jam dan 49 menit. Namun dia harus kembali bentrok lawan Diego Schwartzman (Argetina) di semifinal, sesudah di pertandingan perempat final lainnya unggulan ke-12 itu membuat kejutan menumbangkan unggulan ketiga yang juga juara AS Terbuka Dominic Thiem (Austria) 7-6 (7/1), 5-7, 6-7 (6/8) , 7-6 (7/5)  dan 6-2. Nadal dipertemuan terakhir di Roma Terbuka dikalahkan Schwartman di semifinal.

“Saya sangat, sangat senang berada di semifinal lagi di sini di Roland Garros,” kata Nadal di lapangan dilansir ATPtour.com. “Tidak diragukan lagi ini adalah tempat terpenting bagi saya dan tempat paling indah untuk bermain. [Saya] sangat, sangat bahagia, ” sambung Nadal.

Meski kalah namun Sinner menjadi salah satu tantangan terberat bagi Nadal di tanah liat Paris kali ini. Sinner, juara bertahan Next Gen ATP Finals, tidak menunjukkan rasa takut melawan juara 12 kali itu.  Ia melakukan servis untuk set pertama dan memimpin dengan break awal pada set kedua sebelum menyerah pada petenis kidal legendaris, yang tampil buruk dalam dua minggu ini. Nadal belum pernah kehilangan satu set pun dalam perjalanannya ke semifinal ke-13 di acara ini, hanya kalah 34 game dalam 15 set.

Sinner, yang tidak berperingkat cukup tinggi untuk bermain di kualifikasi Roland Garros tahun lalu, melakukan pukulan-demi-pukulan dari baseline. Ia   tidak pernah panik, terlihat sangat nyaman dalam reli  dengan pukulan  backhand dua tangan dan forehand untuk mematikan Nadal. Ia sepertinya meniru  pola yang dimaikan Novak Djokovic (Serbia) ketika sukses mengalahkan Nadal.

Namun di saat-saat penting, Sinner kalah dari  unggulan kedua itu yang kali ini bermain mantap. Itu adalah pertandingan berkualitas tinggi, dengan Nadal memenangkan 59 persen dari poin servis keduanya.

“Sinner adalah bakat yang sangat, sangat muda dengan banyak kekuatan, tembakan hebat. Untuk dua set itu sulit, terutama di akhir set pertama itu. Saya beruntung bisa kembali dari 5-6, harus mematahkannya kembali. Kondisi di sini agak sulit karena dia memukul setiap bola dengan sangat keras, ”terang Nadal. “Bagi saya sulit untuk menariknya keluar dari posisinya. Saya pikir pada set ketiga saya melakukannya lebih baik dan saya selesai bermain lebih agresif. Itulah satu-satunya cara, ” sambung Nadal.

Hembusan angin mencapai lebih dari 30 mil per jam, Nadal biasanya akan menggertak lawan dalam kondisi seperti itu dengan permainan fisiknya, memancing bola-bola pendek untuk  lantas membunuh dengan pukulan keras dan tajam. Tapi Sinner tenang dan jarang tersedot ke dalam permainan berlebihan untuk mendorong  bermain reli.

Sinner memperlihatkan kekuatannya yang tak mudah menyerah meski ditekan dan sikap tenangnya menunjukkan sentuhan perlawanan kepada Nadal yang memang terkenal kuat di lapangan tanah liat.

“Saya memiliki peluang pada set pertama dan kedua,” kata Sinner. “Sayangnya, saya tidak menggunakannya. Kemudian ketika dia naik dua set untuk mencintai dengan istirahat, itu tidak mudah. Saya mencoba untuk tetap di sana. Dia pantas mendapatkan tempatnya. Selamat untuknya, ” lanjut Sinner.

LAGI JUMPA SCHWARTZMAN

Nadal yang mengincar geler ke-13 di Roland Garros akan kembali jumpa  Schwartzman, yang mengalahkan  Thiem   dalam pertandingan melelahkan lima set di perempat final lainnya. Schwartzman  pernah  mengejutkan Nadal dua minggu lalu di Internazionali BNL d’Italia.

“Hari ini dia memainkan pertandingan yang luar biasa melawan salah satu pemain terbaik dunia, tanpa diragukan lagi, terutama di permukaan ini. Dia datang dengan keyakinan besar, ”kata Nadal tentang Schwartzman. “Dia ada di final di Roma, dia di semifinal di sini. Dia memukuli saya di sana. Itu menambah kepercayaan dirinya. Saya tahu itu. Saya akan mencoba untuk menghadapinya,” tambah Nadal. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *