JAKARTA – Memasuki hari ke-300 penyerangan Israel di Jalur Gaza, Palestina, organisasi kemanusiaan global Human Initiative (HI) menggelar peringatan bertajuk Palestine 300 Days: Humanitarian Aid Continues. Kegiatan yang berlangsung di Studio Cinema XXI, gedung FX Sudirman tersebut dihadiri berbagai lapisan masyarakat yang secara ikhlas menyalurkan bantuan melalui HI.
Presiden HI Tomy Hendrajati menyatakan dari berbagai sumber resmi, penyerangan yang dilakukan sejak 7 Oktober 2023 menewaskan hampir 40 ribu jiwa dan mayoritas adalah anak-anak Palestina. “Selain itu banyak gedung dan fasilitas sosial yang hancur-lebur. Untuk membersihkan pulangnya saja butuh waktu sekitar 15 tahun. Sungguh memprihatinkan,” kata Tomy di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (5/8). Acara ini sekaligus sebagai bentuk kehormatan kepada para donatur di berbagai penjuru Tanah Air yang mengulurkan tangan melalui HI.
Sebagai organisasi kemanusiaan global, HI berjuang keras menyerahkan bantuan dari masyarakat Indonesia untuk korban di Palestina. “Menyerahkan bantuan di sana tidaklah mudah, karena Israel masih melakukan invasi besar-besaran. Untuk menyampaikan bantuan yang lebih efisien, para relawan yang diberangkatkan ke Palestina, membeli barang-barang kebutuhan dasar di Mesir lalu diangkut menuju Jalur Gaza dan sekitaran Palestina,” papar Tomy. Jadi, bantuan dari masyarakat Indonesia lebih mudah dalam bentuk uang, untuk dibelikan barang di Mesir.
Selama ini, HI telah menyalurkan donasi dari para dermawan senilai Rp 14 miliar. Pihaknya masih terus menerima bantuan untuk disampaikan secara amanah dan bertanggung jawab. “Kalau bantuan berbentuk barang, biaya pengiriman dari Indonesia sangar mahal,” kata Tomy di hadapan ratusan undangan yang memenuhi studio bioskop Cinema XXI di FX Sudirman. Situasi di Palestina kian tidak menentu. Pendudukan militer Israel terhadap kantong-kantong wilayah pengungsian dan permukiman warga Palestina terjadi setiap waktu.
Situation Report UN OCHA – Days 292 bahkan menyebutkan bahwa Nuseirat dan pusat kota Gaza telah menjadi wilayah perang, yang menyebabkan lanskap Jalur Gaza semakin sempit. Dalam kondisi bantuan kemanusiaan yang terbatas, militer Israel terus mendesak hingga 90% warga Gaza terpaksa mengungsi ke zona-zona yang ditentukan. “Terhitung 300 Hari Palestina sejak eskalasi besar pada 7 Oktober 2023, HI beserta seluruh mitra kolaborasi menggerakkan kebaikan bertajuk Palestine 300 Days: Humanitarian Aid Continues. “Warga Palestina masih sangat membutuhkan ukuran tangan,” papar Tomy.
Kebaikan yang terhimpun dari kolaborasi kemanusiaan bersama masyarakat Indonesia serta komunitas-komunitas seperti One Day One Juz (ODOJ), BTS ARMY Indonesia, Fitrop & Warga CPR, dan entitas lainnya, tentu meringankan penderitaan mereka. “HI tidak menyangka, ternyata dukungan terhadap perjuangan Gaza-Palestina, khususnya bagi organisasi kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan begitu antusias,” ucap Tomy. Ia mengucapkan terima kasih kepada 68.669 donor individu, 754 donor komunitas, dan 61 donor institusi.
Organisasi kemanusiaan, khususnya Human Initiative membagi mekanisme respons kemanusiaan dengan berbagai pendekatan. “Dimulai dengan menjadi bagian dari delegasi bantuan kemanusiaan Republik Indonesia ke Gaza, berkolaborasi dengan mitra lokal di Palestina melalui Indonesian Humanitarian Alliance, hingga mengakses kemitraan strategis dengan pihak-pihak yang memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza-Palestina. Ini sebagai langkah untuk memudahkan dan menjaga keselamatan pekerja kemanusiaan,” ujarnya.
Acara peringatan 300 hari invasi Palestina diisi dengan berbagai kegiatan seperti diskusi tentang kemanusiaan, pemutaran video kegiatan HI di Palestina, komentar dari sejumlah dermawan yang intinya merasa puas menitipkan bantuan melalui HI. Acara ditutup dengan hiburan musik dari Afiwkila yang membawakan sejumlah lagu kemanusiaan. Tomy secara simbolis juga menyerahkan penghargaan kepada donatur individu maupun lembaga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. (jo)







Komentar