oleh

Guru Pendidikan Agama Islam di Subang Pertanyaan Kejelasan Nasib

POSKOTA.CO – Komunitas Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) Pendidikan Agama Islam (PAI) minta kejelasan dan perhatian kepada Pemerintah Kabupaten Subang atas nasib honorer Guru PAI.

Terutama kuota bagi GPAI yang dirasa tidak adil dan merasa di anak tirikan, formasi saat di test tahap 1 dan 2 hanya ada 13 formasi saja.

“Kami memohon kejelsannya bagaimana selanjutnya untuk nasib honorer GPAI. Kami sangat berharap ada penyelesaian terutama bagi yang sudah tersertifikasi dan dinyatakan lolos PG,”ungkap Ketua SIMPKB Pendidikan Agama Islam (PAI)Agus Rahayu kepada POSKOTA.CO.

Tapi tidak ada formasi, terlebih hampir 95 persen guru agama di kabupaten Subang adalah tenaga honorer.

Dia berharap pemerintah daerah maupun pusat, agar memperhatikan nasib guru PAI, karena peran mereka sangat penting di sekolah.

“Kami berharap tahap kedepannya, formasi untuk guru PAI bisa banyak, mengingat status guru honorer PAI menginginkan status PPPK,” harapnya.

“Kami komunitas SIMPKB PAI apabila tidak ada kejelsan terhadap kami terutama keberpihakan terhadap Honorer GPAI kami akan mengadakan gerakan aksi bahwa GPAI tidak diam. Dan kami sabar bukan berarti harus diam karena kami punya hak yang sama seperti guru lainnya, apalagi kami memberikan agama dan keagamaan,” pungkasnya.(hrn/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.