oleh

DPP Partai Berkarya Laporkan Badaruddin Andi Picunang ke Polda Metro Jaya

POSKOTA.CO – Badaruddin Andi Picunang secara sah memang telah diberhentikan sebagai Sekjen Partai Berkarya, dan yang terbaru yang bersangkutan juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana pemalsuan.

Penegasan itu disampaikan Plt. Sekjen Partai Berkarya, Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Syamsu Djalal, SH, MH kepada wartawan sekaligus menepis tentang rencana akan digelarnya Munas Partai Berkarya pada pertengah Februari ini, Kamis (11/2/2021), di Jakarta.

“Pada hari ini, saya mewakili Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (Partai Berkarya) bermaksud menginformasikan beberapa hal terkait tindakan di luar kepatutan saudara Badaruddin Andi Picunang, agar semua diketahui publik pasca Kemenkumham mengeluarkan penolakan atas permohonan perubahan susunan kepengurusan DPP Partai Berkarya,” kata Syamsu Djalal. “Hal yang dilakukan oleh saudara Badaruddin Andi Picunang adalah penyesatan informasi, karena tidak ada satu pun pembahasan mengenai penggantian susunan Mahkamah Partai dalam Rapimnas Partai Berkarya,” lanjutnya.

Namun, lanjut mantan Danpuspom ini, terbitnya surat penolakan dari Kemenkumham memperjelas posisi bawa SK Kemenkumham Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (Berkarya) Periode 2020-2025 masih berlaku hingga saat ini, termasuk di dalamnya terdapat struktur Mahkamah Partai. Terkecuali untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen), sebagai tindaklanjut atas putusan Mahkamah Partai No. 003.MP/Pts-PIP/PBK/I/2021 yang ditetapkan tanggal 27 Januari 2021 dimana terdapat salah satu amar putusan berupa pemberhentian secara tetap Saudara Badaruddin Andi Picunang selaku Sekretaris Jenderal Partai Beringin Karya (Berkarya).

Indra Duwila SH, selaku wakil dari penggugat/pelapor Ibu Ulfa Afra Nissya Amka memperlihatkan bukti laporan ke polisi. (dk)

“Artinya, saudara Badaruddin Andi Picunang telah gagal dalam upaya mendelegitimasi Mahkamah Partai,” ucap Syamsu Djalal. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak perlu larut dalam narasi-narasi bohong yang dibangun oleh saudara Badaruddin Andi Picunang, termasuk tentang rencana akan menggelar Munas Partai Berkarya pada 16 Februari ini di Jakarta,” sambung Syamsu Djalal.

Ditambahkan Syamsu Djalal, pihaknya juga menerima laporan tentang adanya indikasi pelanggaran tindak pidana yang dilakukan oleh Badaruddin Andi Picunang. “Indikasi yang kami maksud saudara Badaruddin Andi Picunang patut diduga memalsukan dokumen hasil Rapimnas Partai Berkarya. Atas tindakan tersebut kami telah melaporkan Badaruddin Andi Picunang ke Polda Metro Jaya,” terang Syamsu Djalal.

Pelaporan ke Polda Metro Jaya dibenarkan Indra Duwila SH, selaku wakil dari penggugat/pelapor Ibu Ulfa Afra Nissya Amka yang tidak lain adalah Ketua DPP Partai Berkarya Bidang Humas dan Publikasi. “Laporan polisi terkait dugaan pidana pemalsuan dengan terlapor bapak Badaruddin Andi Picunang sedang dalam tahapan diproses oleh Polda Metro Jaya. Laporan itu tertulis dalam laporan polisi Nomor LP/793/II/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tanggal 10 Februari 2021,” jelas Indra. (dk)

 63 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *