oleh

APPSINDO Desak Jokowi Batalkan Kenaikan BMM Berdubsidi

POSKOTA.CO-Pasca pandemi Covid 19, kondisi ekonomi rakyat Indonesia cukup terpuruk. Daya beli masyarakat menurun dan 64,5 juta UMKM berada pada titik lelah dan jenuh.

Kini malah ditambah beban dengan kenaikan harga BBM Subsidi sebesar 30%. Pemerintah menaikan harga pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp. 10.000 dan solar dari Rp 5.150 menjadi Rp. 6.800 per liter. Kenaikan harga BMM yang berlaku sejak 3 September 2022 makin membuat daya beli dan ekonomi rakyat kian terpuruk.

Kondisi ini semakin memperlambat roda ekonomi rakyat dari upaya pemulihan ekonomi nasional. Jika kondisi ini dibiarkan bisa terjadi public distrust sehingga menjadi ancaman serius bagi terjadinya krisis ekonomi dan krisis sosial yang ujungnya sulit dikendalikan.

Hal itu dikatakan Ketua Umum APPSINDO (Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), Drs H Hasan Basri, SH. MH kepada poskota.co di Jakarta, Jumat (9/9/2022). “Kita tidak ingin Indonesia hancur,” ujar Hasan Basri.

Karenanya APPSINDO bersama segenap pimpinan organisasi usaha dan ekonomi rakyat, badan/lembaga bantuan hukum, perlindungan konsumen/produsen memohon kepada Presiden Joko Widodo agar mempertimbangkan kembali terkait harga BBM berdubsidi. “Daya beli rakyat semakin lemah, ini bisa menjadi ancaman krisis ekonimi dan sosial,” tegas Hasan Basri.

APPSINDO menduga terpuruknya ekonomi masyarakat ada campur tangan mafia di dalamnya. Karenanya APPSINDO mendesak Presiden Jokowi menertibkan lembaga negara yang diduga dikendalikan oleh mafia ekonomi yang menyebabkan keterpurukan ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia.

APPSINDO juga mendesak Presiden Jokowi membentuk tim khusus (timsus) mafia ekonomi untuk menanggulangi segala dampak ekonomi, sosial dan politik. Tujuannya untuk mencegah terjadinya krisis pangan, krisis ekonomi, krisis energi dan krisis sosial politik yang lebih luas.

APPSINDO meminta kepada Presiden Jokowi agar membatalkan kenaikan harga BBM subsidi (pertalite dan solar) karena menggerus daya beli dan ekonomi rakyat.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *