POSKOTA.CO – Urusan menteri, Gerindra benar-benar tahu diri. Partai besutan Prabowo Subianto itu tak menyodorkan nama pengganti Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi izin ekspor benih lobster. Mereka menyerahkan sepenuhnya urusan itu ke Presiden Jokowi.
Setelah dua menteri Jokowi; Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara jadi tersangka kasus korupsi di KPK, wacana reshuffle kabinet seperti tak bisa dibendung lagi.
Hampir setiap hari, ada saja parpol atau relawan yang membicarakan isu tersebut. Gaya bicaranya macam-macam. Ada yang masih malu-malu. Ada yang sudah terang-terangan mengusulkan nama. Misalnya, untuk kursi Mensos muncul Tri Rismaharini, Basuki Tjahaja Purnama dan politisi PKB Maman Imanulhaq. Nama yang terakhir diusulkan relawan Jokowi Mania (JOMA).
Untuk kursi Menteri Kelautan dan Perikanan, nama yang muncul lebih banyak dari kader Gerindra. Mereka adalah Fadli Zon, Sandiaga Uno, dan Sufmi Dasco Ahmad. Nama-nama tersebut berseliweran di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, di internal Gerindra tidak pernah mengusulkan nama pengganti Edhy kepada Jokowi. “Kami menyerahkannya kepada Presiden,” kata Dasco, di jakarta, kemarin.
Soal namanya yang yang masuk bursa pengganti Edhy, Dasco menggelengkan kepala. dia bilang, sama sekali tidak menguasai soal kelautan dan perikanan. “Sehingga tidak mungkin saya menjalankan sesuatu yang tidak dikuasai dengan baik,” ucapnya.(ale)







Komentar