POSKOTA.CO – Pengguna KRL terus turun jumlahnya dalam satu pekan terakhir. Mulai hari ini, Senin (23/3/2020), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan upaya penyesuaian operasional KRL Commuter Line.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam siaran tertulisnya menyebutkan jumlah pengguna KRL telah turun sekitar 50 persen dari waktu normal yang dapat melayani 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna setiap harinya.
Pada Jumat (20/3/2020) misalnya, jumlah volume penumpang KRL tercatat hanya 459.922 pengguna.
Oleh karenanya dilakukan penyesuaian operasional KRL Commuter Line mulai 23 Maret 2020 antara lain jam operasional seluruh lintas/rute KRL mulai pukul 06.00-20.00 WIB, mengoperasikan 713 perjalanan KRL.
Jarak antar kereta/headway lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota pp:
Headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit. Lalu lintas Bogor/Depok/Nambo-Angke/Jatinegara pp headway pada pagi dan sore hari 10-15 menit.
Selain itu untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota pp, Maja/Parungpanjang/Serpong – Tanah Abang pp, Tangerang-Duri pp, dan Tanjung Priok-Jakarta Kota pp headway pada pagi dan sore hari 15-30 menit.
Untuk relasi Rangkasbitung – Tanahabang dan Cikarang-Jakarta Kota sesuai jadwal eksisting dengan jam operasional 06.00-20.00 WIB.
Dalam penyesuaian operasional KRL ini, KCI tetap melayani dengan sebagian besar rangkaian kereta formasi 12 (sf 12) ataupun formasi 10 (sf 10), agar tetap dapat mengupayakan social distancing saat menggunakan transportasi publik.
Dikatakan Anne, penyesuaian ini sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang mengajak masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona.
Selain itu, kebijakan ini merupakan bentuk sinkronisasi dengan berbagai moda transportasi publik lainnya di jakarta yang mulai Senin (23/3/2020) juga melakukan penyesuaian operasional.
Data PT KCI juga menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mengikuti himbauan dari pemerintah, terbukti jumlah pengguna KRL terus turun jumlahnya dalam satu pekan terakhir.
Penyesuaian pola operasi ini berlaku hingga dua pekan mendatang namun juga menyesuaikan dengan perkembangan terkini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.
PT Kereta Commuter Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line.
Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer, hingga penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta. (r)







Komentar