oleh

Tablig Akbar Harlah Ke-97 NU, Ribuan Jemaah Penuhi Alun-Alun Pandeglang

POSKOTA.CO – Alun-Alun Kota Pandeglang, Provinsi Banten, bergemuruh riuh, hiruk pikuk, dan hingar-bingar, bahkan tiada lagi terlihat rerumputan, seolah menjadi lautan manusia.

Pasalnya, ribuan nahdliyin baik kaum pria maupun wanita, dewasa ataupun anak-anak, melimpah ruah memadati alun-alun yang tepatnya di jantung ‘Kota Badak’ dan juga popular disebut ‘Kota Sejuta Santri’, ‘Seribu Ulama’ itu, menggelar acara tablig akbar juga istighosah yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Pandeglang, Rabu (11/3/2020) malam, sekaligus kegiatan Harlah Ke-97 NU, bahkan hujan rintik-rintik yang jatuh dari langit tidak mereka mengindahkan demi mengikuti acara.

Ribuan manusia itu terdiri para jemaah yang mayoritas adalah santri dari berbagai pondok pesantren di Pandeglang, Bahkan ada yang sudah memadati jantung Kota Pandeglang sejak sore memenuhi areal alun-alun.

Diiringi rintik hujan, serta angin sepoi malam, ditambah cuaca terasa dingin, tak dirasakan, mereka tetap semangat melantunan salawat dan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ termasuk Mars ‘Kebangsaan’ NU atau yang lebih terkenal dengan ‘Subhanul Wathon’.

Apalagi di acara tersebut semakin meriah setelah kelompok pemusik muslim Sufi Debu naik ke panggung, dan membawakan beberapa lantunan lagunya.

“Kita sangat mengharapkan, ini adalah awal dari kebangkitan NU di Kabupaten Pandeglang, dan umumnya di Provinsi Banten,” ungkap
Gus Hubab Hanafi penuh harap.

Awalnya istighosah ini akan dihadiri oleh Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya atau Habib Luthfi, namun beliau berhalangan hadir.

Acara istigosah itu dipimpin langsung oleh ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi (putra sulung almarhum KH Abuya Dimyati), dan tausiyah disampaikan oleh pimpinan Majelis Ahbaburasul Karawang, Sayyid Seif Alwi Ba’alawi. (asepwe)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *