POSKOTA.CO – Di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), korban jiwa akibat serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus bertambah. Penambahan jumlah korban meninggal itu berdasarkan data hingga hari ini, Selasa (10/03/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Helermus, saat dikonfirmasi menyebutkan seorang anak perempuan berusia 7 tahun meninggal. Jadi, korban meninggal karena DBD di Kabupaten Sikka sudah mencapai 14 orang.
Selain penambahan korban meninggal, jumlah kasus pun bertambah menjadi 1.215. Sebelumnya hingga 8 Maret berjumlah 1.195 kasus.
Menurut Petrus, seluruh upaya pencegahan sudah dilakukan secara berjenjang. Bahkan, Kementerian Kesehatan menerjunkan tim medis dan peralatan beserta obat-obatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan NTT, Erlina R Salmun, mengatakan bantuan tim dokter dan tenaga medis dari Kemenkes telah dikerahkan untuk melakukan penanganan maksimal. Bantuan peralatan medis, obat-obatan, dan larvasida juga dikirim ke Kabupaten Sikka.
“Ada 10 dokter dan 18 tenaga medis sudah diterjunkan langsung ke Kabupaten Sikka. Ini bukti bahwa Pemerintah Indonesia juga fokus menangani wabah DBD ini,” katanya.
Dia mengatakan, DBD harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Aksi memberantas sarang nyamuk dengan melakukan kegiatan menguras, menutup, dan mengubur (3M) barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus benar-benar dilakukan.
“Ini tanggung jawab bersama. Kita terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Bersih dan sehat diri serta lingkungan,” jelasnya. (Ska)







Komentar