oleh

Dukung Transformasi Menuju Kota Global, 24 Tahun CFD Jakarta Kini Sudah Jadi Bagian Identitas Ibukota yang Bersih

JAKARTA – Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih dikenal sebagai Car Free Day (CFD) di Jl Sudirman-Thamrin, Jakarta tahun ini telah memasuki usia 24 tahun. Perjalanan hampir seperempat abad bukan sekadar rutinitas mingguan menutup jalan, melainkan tonggak komitmen kolektif pemerintah, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam menghadirkan udara yang sehat.

Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung CFD di jalan protokol tersebut selalu menunjukkan kenaikan. Beberapa tahun terakhir, jumlah warga yang ingin berolahraga maupun bersantai tiap Minggu pagi mencapai ratusan ribu orang. Semuanya menikmati jalan kaki maupun sepeda santai antara Patung Kuda Monas dan Tugu Pemuda Senayan.

Sejak pertama kali digelar pada 2002, CFD Jakarta telah berevolusi dari sekadar kebijakan pembatasan kendaraan bermotor menjadi fenomena sosial yang merangkul olahraga, seni, kuliner, dan edukasi lingkungan. Ruang publik yang semula hanya “jalan tanpa mobil’ kini menjelma menjadi panggung ekspresi warga kota.

Dalam rangkaian kegiatan kali ini, digelar talkshow inspiratif bertajuk perjalanan 24 tahun CFD yang dipandu Ketua Panitia, M. Ageng. Diskusi ‘Bincang Pagi’ di ruang terbuka CFD Bundaran HI ini menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Renny Dwi Astuti, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Triyana, serta Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) sekaligus salah satu inisiator CFD, Ahmad Safrudin.

Renny Dwi Astuti menekankan pentingnya akselerasi program transportasi publik yang terus diintegrasikan di Jakarta. Sinergi antarmoda dari MRT, LRT, TransJakarta, hingga angkutan pengumpan, dirancang untuk menekan emisi kendaraan pribadi secara sistematis. “Integrasi antarmoda bukan hanya soal kenyamanan, tetapi strategi jangka panjang menurunkan ketergantungan pada kendaraan pribadi” ujarnya di lokasi CFD, Jakarta Pusat, Minggu (1/11).

Ia juga menyoroti efektivitas layanan dan fasilitas khusus lansia selama CFD berlangsung. Program ramah lanjut usia ini terbukti mendapat sambutan positif dan berjalan efektif dalam memberikan ruang mobilitas yang inklusif serta aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat. “CFD harus menjadi ruang yang ramah bagi semua, termasuk lansia dan penyandang disabilitas,” tambahnya.

Triyana menegaskan komitmen Dinas LH mengoptimalkan perbaikan kualitas udara perkotaan. “CFD tidak hanya berfungsi sebagai instrumen mitigasi polusi, tetapi juga dimanfaatkan strategis untuk mendorong gerakan masif pilah sampah dari sumber. CFD adalah momen edukasi lingkungan karena masyarakat hadir dengan sukarela. Di sinilah kami menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” jelasnya.
Ahmad Safrudin, Ketua KPBB yang menjadi salah satu inisiator CFD, menggarisbawahi bahwa selama lebih dari dua dekade, CFD telah bertransformasi menjadi pemicu utama pembentukan gaya hidup masyarakat perkotaan. “CFD terbukti menjadi ruang publik yang sangat efektif untuk membangun kesadaran kolektif. Orang datang untuk berolahraga dan pulang membawa kesadaran baru tentang udara bersih dan mobilitas ramah lingkungan,” tutur Achmad.

Menutup diskusi, Ketua Panitia M. Ageng menyampaikan pandangan visionernya. Perjalanan 24 tahun CFD harus menjadi momentum strategis menyongsong lima abad Kota Jakarta sebagai kota budaya sekaligus mengukuhkan ruang kota yang sehat dengan kualitas udara yang semakin baik. “CFD sudah menjadi bagian dari identitas Jakarta. Menjelang 5 abad kota ini, CFD harus menjadi titik temu budaya, olahraga, dan kesadaran lingkungan,” ujarnya.

CFD diyakini mampu mendorong Jakarta sebagai kota budaya global, tempat unsur budaya, aktivitas olahraga, dan isu lingkungan berintegrasi membentuk identitas masyarakat urban yang tetap berkarakter. Karena itu, menjaga khittah (esensi dasar) CFD adalah keniscayaan dan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran aktif dunia swasta.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, CFD diharapkan terus konsisten menjadi katalisator pembangunan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berwawasan lingkungan demi masa depan Jakarta yang lebih hijau.

Kegiatan tal show juga melibatkan BUMN, BUMD, dan swasta antara lain TransJakarta, Pasar Jaya, Jatelindo, Phapros Sahabat Sehat yang ikut meramaikan berbagai kegiatan bertajuk 24 Tahun Perjalanan Car Free Day Jakarta Mewujudkan Udara Bersih Untuk Semua. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *