oleh

Kapolda Metro Jaya Membawa Sebuah Harapan Baru bagi Warga Kampung Ambon

JAKARTA – Setelah serangkaian operasi pemberantasan narkona melibatkan personel bersenjata, kini Polda Metro Jaya datang ke Kampung Ambon, Kompleks Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat dengan pendekatan sosial dan cinta.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dadang Hartanto mencoba menata Kampung Ambon yang dikenal sebagai ‘sarang narkoba’ agar terbebas dari pengaruh barang haram itu. ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus benar-benar dirasakan warga kampung tersebut.

Pada Sabtu (24/10/2026), Polda Metro Jaya menggelar bakti kesehatan dan bantuan sembako buat warga setempat. Bukan itu saja, Polda Metro Jaya juga melakukan pendataan kebutuhan warga disiapkan untuk mendukung pemulihan kawasan yang selama ini dikenal rawan peredaran narkoba.

Selain pengobatan gratis, Polda Metro Jaya juga menyiapkan 1.000 paket sembako bagi warga RW 07 dan sekitarnya. Personel Polda Metro Jaya datang dengan tangan terbuka menyambut warga dengan penuh cinta agar sadar bahwa narkoba penghancurkan masa depan anak turunan mereka.

Pelayanan kesehatan mencakup pengobatan umum dan khitan massal dengan melibatkan 10 tenaga medis dan sasaran 100 penerima layanan. Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan dan pembagian bantuan.

Di balik itu, ada upaya membangun kembali hubungan antara kepolisian dan masyarakat setelah penindakan narkoba di kawasan tersebut. Pada hari yang sama, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Adex Yudiswan memimpin 100 personel Bhabinkamtibmas untuk mendata kebutuhan warga di kampung itu secara langsung.

Langkah ini dilakukan setelah operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat untuk memberantas peredaran narkoba di sana.

Melalui pendataan tersebut, polisi berupaya menyerap aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan lapangan kerja hingga fasilitas lingkungan. Masukan warga itu akan menjadi bahan penyusunan program penataan Kampung Ambon ke depan.

“Pak Kapolda akan membuat sistem dan program yang benar-benar diinginkan masyarakat. Contohnya, kita hadirkan kursus bahasa Inggris, tempat rekreasi hingga pusat kuliner di Kampung Ambon,” kata Irjen Adex di Pos ‘Polisi Bersama Masyarakat’, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (25/10/2026).

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Kapolda Komjen Pol. Prof. Dadang Hartanto bahwa persoalan narkoba tidak cukup ditangani melalui penegakan hukum. Kondisi sosial dan kesejahteraan warga juga perlu mendapat perhatian agar masalah serupa tidak terus berulang.

Kawasan Kampung Ambon menjadi studi kasus bagaimana penanganan permasalahan khususnya terkait narkiba tidak hanya dilakukan pada tataran permukaan atau bersifat simptomatis. “Tetapi juga secara fundamental hingga menyentuh akar persoalannya,” kata Kapolda Komjen Dadang.

Dalam upaya memperkuat permasalahan itu, kepolisian juga menerapkan sistem satu pintu (one gate). Tujuannya untuk memantau akses keluar-masuk kawasan dan mempersempit celah yang dapat dimanfaatkan untuk transaksi narkoba.

Di tingkat lingkungan, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif melalui prinsip, Senyum, Salam, Sapa, Perkenalan Diri dan Perkenalan Program. Petugas juga menempelkan stiker ‘Polisi Bersama Masyarakat’ di rumah-rumah warga sebagai bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.

Komjen Dadang Hartanto meminta jajarannya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga. “Kita harus memastikan apakah program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto mengatakan, bakti kesehatan dan bantuan sosial merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat seiring penindakan terhadap peredaran narkoba.

“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, kami ingin kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian dan pendampingan yang nyata,” ujar Kombes Bhudi Hermanto.

Pihaknya. lanjut Kombes Bhudi, mengajak warga ikut menjaga lingkungan agar Kampung Ambon menjadi kawasan yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga serta anak-anak.

Upaya menata Kampung Ambon tidak hanya bertumpu pada penindakan terhadap pelaku kejahatan. Tantangan berikutnya memastikan pelayanan, pendampingan dan program pemberdayaan berjalan berkelanjutan sehingga perubahan di kawasan itu benar-benar dirasakan warga. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *