JAKARTA – Sebanyak 20 pendidik dari 770 pendaftar terpilih sebagai penerima Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026. Mereka mewakili 228 kota/kabupaten dan 679 sekolah dari seluruh wilayah Indonesia.
Para penerima penghargaan tersebut dinilai mampu menghadirkan beragam praktik pendidikan yang dikembangkan untuk menjawab tantangan pembelajaran dan kebutuhan di sekolah masing-masing. Penghargaan diserahkan pada puncak acara Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026 yang digelar di Fairmont Hotel Jakarta pada Sabtu (26/9/2026).
MNAE 2026 diselenggarakan oleh Mentari Group sebagai bentuk apresiasi bagi para pimpinan sekolah dan pendidik yang telah menunjukkan dedikasi, kontribusi, dan kerja nyata dalam menghadirkan dampak positif bagi dunia pendidikan melalui praktik baik dan inovasi pembelajaran, kepemimpinan sekolah, serta pemanfaatan teknologi. Dari seluruh peserta, 10 pendidik menerima Mentari Changemaker Awards, 5 penerima Mentari Leadership Awards, dan 5 penerima Mentari Educator Awards.
Executive Director Mentari Group, Natalina Rimba, menyampaikan apresiasi kepada seluruh awardees MNAE 2026. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan bagi para pendidik untuk terus berkarya dan berbagi inovasi di bidang pendidikan.
“Selamat kepada seluruh penerima MNAE 2026. Semoga penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi Bapak dan Ibu dalam memajukan pendidikan Indonesia, sekaligus mendorong untuk terus mengembangkan dan membagikan inovasi yang telah dilakukan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan,” ujar Natalina Rimba.
Kapokja Dikdasmen BAN PDM 2023–2026, Andri Nurcahyani, menilai apresiasi terhadap praktik baik penting agar berbagai pengalaman pendidik dapat menjadi sumber pembelajaran yang lebih luas.
“Guru dan kepala sekolah di berbagai daerah memiliki cara dan pendekatan yang beragam dalam menjawab tantangan pendidikan di lingkungan masing-masing. Praktik-praktik tersebut penting untuk dikenali dan diapresiasi karena menunjukkan upaya nyata pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan sekolah,” ujar Andri dalam konferensi pers MNAE 2026 di Jakarta.
Dari PjBL Bioplastik hingga Penguatan Literasi, Pendidik Hadirkan Praktik Baik di Sekolah
Muhammad Izhar Mahendra Surya Nugraha, S.Pd., Gr, penerima Mentari Changemaker Awards, dari SMP Nation Star Academy Surabaya, mengembangkan “Creating Eco-Conscious Learners through Sustainable Science”, sebuah inovasi pembelajaran IPA berbasis project-based learning (PjBL) melalui proyek pembuatan bioplastik dari material biodegradable.

Melalui program tersebut, siswa dilibatkan untuk mengenali masalah pencemaran plastik, menganalisis dampak lingkungan, mempelajari material biodegradable, hingga merancang dan membuat prototipe bioplastik. Siswa juga mengevaluasi karakteristik produk seperti tekstur, fleksibilitas, daya tahan, dan potensi terurai, serta melakukan refleksi untuk memperkuat pemahaman mengenai keberlanjutan dan perilaku ramah lingkungan.
“Sebagai guru IPA, saya percaya bahwa pembelajaran sains seharusnya tidak hanya berfokus pada menghafal konsep. Siswa perlu mengalami pembelajaran sains secara bermakna dan menerapkan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata,” ujar Mahendra.
Inovasi pembelajaran juga dikembangkan Desi Susanti, S.Pd., Gr., M.Pd., penerima Mentari Educreator Awards dari SMA Negeri 1 Sendawar, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Ia menghadirkan “Detektif Sains”, model pembelajaran yang mengubah fisika menjadi aktivitas penyelidikan.
Model tersebut berkembang dari “Detektif Sains 1.0” pada 2024 menjadi “Detektif Sains 2.0” pada 2025 dengan memanfaatkan Soundcard Oscilloscope dan chatbot AI. Penerapannya menghasilkan tingkat ketuntasan materi hingga 100%, sekaligus mendorong keterlibatan siswa, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis.
Praktik tersebut juga dibagikan melalui lebih dari 76 video pembelajaran di kanal YouTube @ibudesifisika serta berbagai kegiatan pelatihan dan komunitas guru.
“Praktik baik seharusnya tidak berhenti di satu ruang kelas. Karena itu, saya mencoba membagikan pengalaman tersebut melalui platform digital, pelatihan, dan komunitas guru agar dapat dipelajari dan dikembangkan oleh pendidik lain,” ujar Desi.
Sementara itu, Meildy Louisa Kese, M.Pd., Gr., penerima Mentari Leadership Awards dari Sekolah Lentera Harapan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mengembangkan program literasi sebagai respons terhadap tantangan kemampuan membaca, menulis, dan berbicara siswa setelah pandemi.
Melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB), program tersebut berkembang menjadi kegiatan tahunan. SMA Lentera Harapan Labuan Bajo telah menghasilkan lima buku, sementara level SMP menghasilkan empat buku dalam bentuk puisi, cerpen, esai, dan opini.
Program literasi kemudian dikembangkan melalui festival literasi, lomba desain sampul, peluncuran dan pameran buku, hingga talkshow bersama duta literasi siswa. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan karya siswa dengan aksi nyata, salah satunya melalui penanaman lebih dari 200 anakan bambu yang didukung dari hasil penjualan buku karya siswa.
“Literasi tidak hanya tentang kemampuan menulis, tetapi bagaimana siswa mampu menggunakan gagasannya untuk melakukan sesuatu yang berdampak. Karena itu, program kami terus dikembangkan agar karya dan kemampuan literasi siswa dapat terhubung dengan aksi nyata,” tutur Meildy.
Mendorong Inovasi Pendidikan dari Berbagai Daerah
Para penerima penghargaan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, Bekasi, Banyuwangi, Purwakarta, dan Medan hingga Labuan Bajo dan Kutai Barat. Keragaman tersebut memperlihatkan beragamnya konteks dan kebutuhan yang menjadi dasar pendidik dalam mengembangkan inovasi di sekolah.
MNAE 2026 menjadi bagian dari komitmen Mentari Group dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memperkuat peran pendidik dalam pengembangan ekosistem pendidikan Indonesia. Melalui penghargaan ini, Mentari Group memberikan apresiasi atas kontribusi para pendidik sekaligus menegaskan pentingnya peran mereka dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan siswa. (in)







Komentar