oleh

Mengapa Pejabat dan CEO Kembali Duduk di Bangku Kuliah? Jawabannya Ada di Wisuda UT

TANGERANG SELATAN – Tidak semua mahasiswa memulai kuliah di usia yang sama. Ada yang kembali belajar setelah memimpin pemerintahan, ada yang membuka kembali modul kuliah di sela mengelola perusahaan, ada yang berjuang melampaui keterbatasan fisik, hingga ada yang memanfaatkan beasiswa untuk mengubah masa depan.

Seluruh kisah itu bertemu dalam satu panggung Wisuda Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 3 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Selasa (28/7).

Di antara 1.773 wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan, hadir Karel Nauw, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, yang berhasil menyelesaikan studi S-2 Magister Manajemen di UT Sorong, Papua.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.

Di panggung yang sama, Verawati Basri, CEO PT Trans Pacific Global, yang bermukim  di Turki  turut dikukuhkan sebagai lulusan Program Studi Ilmu Hukum melalui UT Layanan Luar Negeri. Meski meniti karier di bidang yang berbeda, keduanya dipersatukan oleh keyakinan yang sama bahwa pendidikan merupakan proses yang terus berjalan sepanjang hayat. Bahkan Verawati berencana akan melanjutkan pendidikan S-2 nya juga di UT.

“Kisah mereka menjadi representasi dari wajah UT hari ini. Melalui sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, UT membuka ruang belajar bagi masyarakat dari berbagai profesi, usia, wilayah, hingga kondisi kehidupan,” kata Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. di sela-sela Wisuda  UT Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 3, Selasa (28/07/2026).

Menurut Prof. Ali, fleksibilitas pembelajaran memungkinkan setiap mahasiswa tetap dapat mengembangkan kompetensi tanpa harus meninggalkan tanggung jawab terhadap pekerjaan, keluarga, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Mencetak Generasi Inovatif yang Mendunia

Semangat itulah yang mewarnai Wisuda UT Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 3 yang mengusung tema “Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia”.

Prosesi ini bukan sekadar momentum akademik, melainkan penegasan bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan zaman.

Selain menghadirkan berbagai kisah inspiratif, wisuda ini juga menjadi panggung apresiasi atas prestasi akademik para lulusan. Predikat lulusan terbaik Program Sarjana (S1) diraih Hilma Bayu Aji dari Program Studi Akuntansi UT Semarang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat Dengan Pujian. Raihan tersebut mencerminkan dedikasi, kedisiplinan, dan konsistensi yang menjadi fondasi keberhasilan dalam menempuh pendidikan tinggi.

UT bersama Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Pusat juga memberikan penghargaan kepada wisudawan yang menunjukkan ketangguhan luar biasa selama menjalani proses belajar.

Penghargaan yang diserahkan oleh IKA UT Pusat diberikan kepada Naufal Ammar Andinar, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi UT Semarang. Ia menerima penghargaan sebagai Wisudawan Berdedikasi kategori penyandang disabilitas tunadaksa tangan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kegigihannya menuntaskan pendidikan sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk terus berprestasi.

Apresiasi serupa diberikan kepada Zulfikar Kusnadi Karim, lulusan Program Studi Manajemen UT Ambon sekaligus penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Perjalanan studinya menggambarkan bagaimana akses pendidikan yang inklusif mampu membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan alumni kepada Ikatan Alumni UT sebagai simbol dimulainya babak baru para lulusan dalam jejaring alumni UT. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan alumni peserta tugas belajar kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang diwakili oleh Wakil Ketua Tim Pengelola Tugas Belajar BPS, Yuli Cahyaningrum, M.A., disusul sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para peserta menyelesaikan studi.

Di UT, setiap wisuda selalu menghadirkan cerita yang berbeda. Tahun ini, cerita itu datang dari seorang pejabat yang tetap menyisihkan waktu untuk belajar, seorang CEO yang memilih kembali ke bangku kuliah, mahasiswa yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan, hingga penerima beasiswa yang mengubah kesempatan menjadi prestasi.

Kisah-kisah tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak mengenal batas usia, profesi, maupun kondisi kehidupan. Selama ada kemauan untuk terus belajar, selalu ada ruang untuk tumbuh, berkarya, dan memberi manfaat bagi masyarakat. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *