BOGOR – Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, diduga menjadi korban aksi hipnotis yang berujung pada hilangnya sepeda motor miliknya.Kendaraan tersebut diketahui baru sehari diterima dari dealer sebelum dibawa kabur oleh pelaku.
Korban bernama Desi Handayani (32), warga Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa itu terjadi saat korban keluar rumah untuk membeli kopi di warung yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya pada Jumat malam (5/6/2026).
Suami korban, Tubagus Riki Ardiansyah, menjelaskan bahwa sekitar pukul 21.00 WIB dirinya baru pulang kerja dan meminta istrinya membuatkan kopi. Namun karena persediaan kopi habis, korban memutuskan pergi ke warung langganan menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam yang baru sehari diterima dari dealer dan belum memiliki nomor polisi.
Menurut Riki, istrinya tak kunjung pulang setelah cukup lama meninggalkan rumah. Merasa curiga, ia berusaha mencari ke warung tempat korban biasa berbelanja, tetapi tidak menemukan keberadaan sang istri.
Kabar mengenai keberadaan korban baru diterima sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban ditemukan warga dalam kondisi linglung dan menangis di bawah fly over Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
Setelah berhasil kembali ke rumah, korban menceritakan kronologi yang dialaminya. Saat berada di warung, korban didatangi tiga pria tak dikenal yang datang menggunakan satu sepeda motor.
Salah seorang pelaku kemudian menghampiri korban dan mengajak bersalaman sambil menyapa seolah telah lama mengenalnya. Tak lama setelah itu, korban mengaku kehilangan fokus dan mengikuti arahan para pelaku.
“Salah satu pria yang sedang jongkok, lalu mendekati istri sambil mengulurkan tangannya bersalaman dan berkata, “kemana aja. Lama ngga jumpa”. Seketika dari sapaan itu, ingatan istri hilang,” kata Riki.
Dalam kondisi yang diduga berada di bawah pengaruh hipnotis, korban kemudian membonceng salah satu pelaku menggunakan motornya.
Sementara dua pelaku lainnya melaju didepan kendaraan korban yang membonceng salah satu pelaku.
Perjalanan berakhir di kawasan bawah fly over Tol Bocimi yang minim penerangan jalan. Di lokasi tersebut, korban diminta berhenti dan menunggu dengan alasan para pelaku akan menjemput suaminya.
Korban yang kebingungan kemudian ditinggalkan seorang diri. Warga yang melintas melihat kondisi korban yang menangis dan segera memberikan pertolongan hingga akhirnya dapat kembali ke rumah sekitar pukul 00.12 WIB.
Riki mengaku bersyukur istrinya selamat dan tidak mengalami luka fisik. Namun, sepeda motor yang baru sehari dimiliki tersebut hingga kini belum ditemukan.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Riki berharap kendaraan miliknya dapat segera ditemukan dan para pelaku berhasil ditangkap.
Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah tempat tinggalnya beberapa kali diwarnai kasus pencurian kendaraan bermotor, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang mencurigakan. (yopy/in)







Komentar