oleh

Wamenhan: Di Tengah Gejolak Timur Tengah, Indonesia adalah Berkah yang Harus Dijaga

​JAKARTA – Di saat langit Timur Tengah sedang mencekam akibat eskalasi konflik, Indonesia justru menunjukkan wajah yang kontras; damai, khidmat menjalankan ibadah, dan penuh semangat gotong-royong. Pemandangan ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, sebagai nikmat besar yang wajib disyukuri seluruh elemen bangsa.

​“Alhamdulillah, kondisi NKRI tetap aman dan kondusif. Di saat saudara-saudara kita di Timur Tengah sulit menikmati kesucian Ramadan karena konflik, kita di sini masih bisa beribadah dengan tenang. Ini adalah berkat Tuhan yang luar biasa,” ujar Wamenhan, saat membuka Bazar Idulfitri di Gedung Kemhan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

​Oase di Tengah Krisis Global
​Pernyataan Wamenhan ini bukan tanpa alasan. Ketegangan global meningkat drastis pascaserangan Israel ke Teheran, Iran, pada akhir Februari 2026 lalu yang memicu status darurat di wilayah tersebut. Namun, stabilitas nasional yang terjaga membuat masyarakat Indonesia tetap bisa menyambut Hari Raya Idulfitri dengan suka-cita.

​Sebagai bentuk syukur nyata, Kemenhan melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar bazar murah untuk membantu kesejahteraan pegawai dan warga sekitar.

​​Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, yang turun langsung meninjau stan dan berdialog dengan peserta. Bazar ini menjadi ‘oase’ di tengah fluktuasi harga pasar menjelang lebaran.

​Beberapa komoditas utama yang diserbu pengunjung antara lain:

  • ​Daging sapi: Rp50.000 per kilogram (harga pasar mencapai Rp175.000).
  • ​Minyak goreng: Rp20.000 per 2 liter.
  • ​Gula pasir: Rp10.000 per kilogram.
  • ​Tepung terigu: Rp5.000 per kilogram.

​“Ini bukan sekadar bazar rutin, tapi wujud kepedulian dan rasa syukur kita. Terima kasih kepada DWP Kemenhan yang terus menginisiasi gerakan mulia ini setiap tahunnya,” tambah Donny.

​Keamanan Fondasi Kesejahteraan
​Pesan utama dari Kemenhan sangat jelas. Keamanan yang kita nikmati hari ini adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk bisa menggerakkan roda ekonomi dan menjalankan tradisi keagamaan. Di tengah ketidakpastian dunia, menjaga persatuan dan rasa syukur menjadi kunci agar Indonesia tetap menjadi negara yang stabil dan aman. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *