JAKARTA – Setelah bertarung sejak 25 hingga 28 November di Mercure Hotel Ancol, Jakarta Utara, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akhirnya keluar sebagai juara dalam Kompetisi Debat Bawaslu RI ke-V Tahun 2025.
Ajang bergengsi bertema Penegakan Hukum Pemilu ini sebelumnya diikuti 24 perguruan tinggi dari berbagai daerah. Seleksi ketat membuat persaingan makin panas hingga tersisa dua finalis: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Di babak grand final, kedua tim langsung tancap gas saling serang argumen soal mosi “Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal dengan Jeda 2–2,5 Tahun.” Debat berlangsung keras namun terukur, penuh strategi, dan bikin tegang para penonton.
Ketua Dewan Juri, Prof Muhammad, mengakui keputusan tidak mudah. “Skornya tipis, 5–4. Hasil ini objektif dari seluruh juri,” ujarnya di tengah sorakan peserta pada Jumat (28/11/2025) malam.
Hasil akhir pun diumumkan. “Pemilih angka 5 jatuh kepada UIN Syarif Hidayatullah,” kata Prof Muhammad. Ruangan seketika pecah oleh sorak kemenangan.
Dengan itu, UIN Syarif Hidayatullah resmi menyabet gelar juara pertama. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta harus puas di posisi kedua setelah tampil tak kalah impresif.
Anggota Bawaslu RI, Puadi, menegaskan bahwa kompetisi debat bukan sekadar adu kecerdasan. “Ini sarana sosialisasi Bawaslu kepada civitas akademika soal pengawasan dan penegakan hukum pemilu,” jelasnya.
Ia berharap ajang ini melahirkan kader-kader muda pengawas pemilu yang memahami isu kepemiluan sejak dini. “Informasi penegakan hukum pemilu harus tersampaikan ke mahasiswa. Dari sini Bawaslu bisa menemukan calon-calon pengawas masa depan,” ujarnya.
Acara final turut dihadiri para pimpinan Bawaslu, pejabat KPU, serta Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, yang ikut menyaksikan ketatnya pertarungan dua kampus besar tersebut. (din/in)







Komentar