JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menyiapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk bertransformasi menjadi city master developer. Perusahaan daerah ini akan menjadi motor utama pembangunan kota modern yang berkelanjutan dan inklusif.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo menjelaskan, transformasi tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Pramono. “Gubernur meminta agar PT Jakpro bertransformasi menjadi holding company yang memimpin sektor properti dan menjadi city master developer, motor penggerak utama pembangunan Jakarta yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Yustinus pada acara diskusi Balkoters Talk di Balaikota, Jumat (10/10).
Yustinus melanjutkan, perubahan peran ini diperlukan agar BUMD bisa memiliki daya saing dan kapasitas pengelolaan proyek yang lebih kuat. Jakarta membutuhkan lembaga pengembang yang mampu mengintegrasikan pembangunan fisik dengan nilai sosial. “Model holding company akan membuat Jakpro lebih efisien dan fokus pada proyek-proyek strategis,” papar Yustinus.
Dengan begitu, kolaborasi dengan pihak swasta dan investor global akan lebih mudah dilakukan. “Konsep ini juga mendukung transformasi Jakarta pasca-ibu kota pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta menjadi kota global,” katanya.
Jakpro akan memainkan peran penting dalam membentuk wajah kota global dengan karakter berkelanjutan. “Jakpro harus menjadi simbol profesionalisme dan inovasi,” ujarnya. Pemerintah ingin memastikan setiap pembangunan yang dilakukan perusahaan daerah berdampak langsung bagi kualitas hidup warga.
Yustinus menegaskan, peran Jakpro ke depan bukan sekadar pelaksana proyek, melainkan perancang masa depan kota. “Jakpro harus menjadi lokomotif pembangunan yang membawa Jakarta menuju kota dunia yang adil dan lestari,” tuturnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah meninjau ulang beban penugasan yang diterima Jakpro. Langkah ini dilakukan agar kondisi keuangan BUMD tersebut kembali sehat dan siap menarik investasi baru. “Pemprov tengah meninjau mekanisme pengembalian sebagian aset kepada pemerintah daerah agar laporan keuangan Jakpro kembali sehat dan dapat menjadi dasar untuk menarik investasi baru” jelasnya.
Dia menilai keberhasilan Jakpro sebagai entitas bisnis publik sangat bergantung pada keseimbangan antara fungsi sosial dan komersial. “BUMD seperti Jakpro tidak hanya menjalankan penugasan publik, tetapi juga harus menghasilkan profit agar bisa mandiri,” ujarnya.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin mengatakan, laporan keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi perseroan dalam memastikan dampak sosial dan lingkungan setiap proyek. “Jakpro tidak hanya memastikan tugas ini bisa diselesaikan dengan baik, tetapi ada satu proses atau protap yang diterapkan bagaimana kami bisa menyusun sustainability report-nya,” imbuhnya.
Dia menegaskan, laporan tersebut menjadi alat ukur keberlanjutan program. “Kami bisa memastikan semua program strategis atau penugasan yang diberikan dampaknya sustain ke depan bagi warga Jakarta dan umumnya bagi masyarakat Indonesia,” katanya. Langkah tersebut menjadi wujud transparansi dan tanggung jawab korporasi Jakpro sebagai BUMD strategis DKI Jakarta. (jo)







Komentar