oleh

Saatnya Presiden Prabowo Seleksi Ulang Para Pembantunya, agar Pemerintahannya Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme

JAKARTA – Baru 10 bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, sejak dilantik tanggal 20 Oktober 2024.  Namun sudah ada pembantunya yakni Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamennaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga telah melakukan pemerasan pengurusan penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Adavokat muda Rene Putra Tantrajaya, SH, LLM, CIM berpendapat saatnya ditunggu tekad dan ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang sering terucap disetiap pidatonya. Dia akan memberantas kejahatan yang mengganggu dan merugikan perekonomian keuangan negara.

“Janji  ini masih ditunggu dan menjadi harapan rakyat Indonesia agar bisa terwujud. Oleh karenanya Presiden Prabowo harus membuktikannya sebagai mantan pasukan baret merah. Kini saatnya harus bersikap keras dan tegas serta tanpa kompromi dan tanpa toleransi, harus bisa melakukan seleksi ulang bagi pembantunya para menteri dan para wakil menteri serta para kepala badan/lembaga di bawah pemerintahannya,” kata Rene Putra Tantrajaya yang juga mediator tersebut, Selasa (26/8/2025).

Seleksi ulang ini, kata Rene, untuk menguji kembali integritas dan dedikasinya serta kapabilitasnya, agar bisa bersama Presiden Prabowo mewujudkan kemajuan perekonomian negara dengan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Rene, dari sejak bangsa ini Merdeka hingga kini dengan telah berganti 7 presiden, keadaan pendidikan dan kehidupan rakyat Indonesia masih rendah tetap hidup susah dan miskin. Hal ini karena banyaknya koruptor yang berpesta-pora memakan uang negara.

“Adanya peristiwa Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, ditangkap oleh KPK dan telah  ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, maka ini menjadi waktu yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk melakukan bersih ulang penempatan para pembantunya dalam kabinetnya dilepaskan dari “balas jasa” agar mendatang tidak lagi terjadi peristiwa serupa di masa Pemerintahan Prabowo & Gibran,” ungkap Rene.

Advokat muda Ibukota ini menjelaskan Negara Indonesia yang kaya akan sumber alamnya bisa diolah secara mandiri oleh anak bangsa, sehingga kemajuan perekonomian negara dan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia bisa diwujudkan di masa Pemerintahan Prabowo & Gibran.

Hal ini sesuai tujuan dan harapan para Pejuang yang telah gugur berkorban untuk kemerdekaan Negara Indonesia. “Oleh karenanya menjadi tantangan bagi para pembantunya harus bisa bekerja keras di dalam kabinetnya, apabila tidak bisa bekerja dan hanya menghabiskan anggaran Negara harus diganti atau di reshuffle, dan bahkan dipenjara apabila terbukti Korupsi,” jelasnya.

Rene menambahkan, sikap dan ketegasan Presiden Prabowo secara konsisten menjadikan hukum sebagai panglima dalam penegakan hukum terhadap seluruh kejahatan yang menghambat kemajuan bangsa dan perekonomian negara Indonesia, maka diharapkan hasilnya akan segera membawa kemajuan perekonomian negara dengan terwujudnya kesejahteraan hidup seluruh rakyat Indonesia, sesuai tujuan dan harapan para Pejuang yang telah gugur berkorban untuk kemerdekaan Negara Indonesia ini. Dirgahayu Indonesia ke 80 Tahun. (ta)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *