SEMARANG-Dalam menerapkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), pengelola Kelompok Bermain (KB) IT Al Mawaddah, Kota Semarang, Jawa Tengah, sangat menekankan pentingnya mengajarkan prinsip-prinsip kejujuran dan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak usia dini (PAUD) yang diasuhnya.
“Bagi kami Pendidikan Anti Korupsi (PAK) sangat penting dilakukan. Salah satu kunci keberhasilan pemberantasan korupsi adalah dengan memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda tentang korupsi sejak dini,” kata Kepala Sekolah KB IT Al Mawaddah, Kota Semarang, Purwanto, Rabu (29/11/2023).
Menurut dia, mengajarkan prilaku anti korupsi kepada siswa yang masih sangat belia gampang-gampang susah. Untuk itu pihaknya senantiasa melibatkan para orang tua untuk memastikan program tersebut bisa berjalan sesuai harapan.
“Kunci utama kami adalah kerja sama dengan orang tua. Jadi ketika kami ingin mengimplementasikan nilai kejujuran pada anak, yang kami panggil pertama adalah orang tuanya,” tambah Purwanto.
Bagi Purwanto, orang tua sebenarnya adalah guru yang pertama dan utama bagi anak usia PAUD dalam memahami sikap anti korupsi. Orang tualah yang memegang peranan penting dalam pembelajaran nilai-nilai antikorupsi.
“Berbekal itu, KBIT Al Mawaddah membuat buku Mutaba’ah Kejujuranku yang bisa dijadikan pegangan oleh orang tua murid dalam memperkenalkan sikap anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.”
Dalam buku tersebut, dimunculkan setiap indikator kejujuran. Siswa PAUD, jadi contohnya. Pertama, mereka dibiasakan berkata apa adanya, kedua, dididik untuk tidak terbiasa mengambil barang milik orang lain, ketiga, dibiasakan untuk memaafkan dan meminta maaf. Itulah beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan.
Setelah mendapatkan buku Mutaba’ah Kejujuranku, orang tua murid kemudian harus mencatat kegiatan sehari-hari dan interaksi mereka dengan anak yang sesuai dengan setiap indikator kejujuran tersebut.
“Hasilnya kemudian didokumentasikan dan dicetak menjadi buku Petualangan Cilik Pahlawan Kejujuran,” ujarnya.
Indikator Kejujuran

Hal yang sama juga dilakukan Kepala Sekolah TK IT Almawaddah, Susriyati, menurutnya memperkenalkan prinsip-prinsip kejujuran dan antikorupsi penting diperkenalkan sejak dini. Ada beberapa hal yang kemudian disadari oleh orang tua terkait dengan indikator kejujuran.
Salah satu prinsip yang diajarkan adalah timbulnya kesadaran bahwa mengantar anak tidak tepat waktu adalah salah satu perbuatan korupsi. Sebab hak anak bermain di sekolah jadi berkurang. Jadi kedisiplinan itu masuk dalam penegakan antikorupsi.
Sebagai informasi Kelompok Bermain (KB) IT Al Mawaddah Kota Semarang berhasil meraih juara satu pada Kompetisi Pengembangan Nilai Kejujuran untuk Anak Usia Dini.

Sementara itu Koordinator Satuan Pendidikan Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar Kota Semarang, Hartini mengakui, Sekolah KBIT Al Mawaddah ini menekankan pendidikan anti korupsi. “Ini kami lakukan agar setelah dewasa kelak anak-anak mereka menjadi generasi yang anti korupsi.”
“Kami berharap nantinya ketika menjadi pegawai, pejabat dan lainya mereka menjadi generasi yang bersih. Biarlah Ketua KPK hari ini menjadi tersangka korupsi, tapi generasi saat ini jangan lagi ada yang korupsi. Bahkan bukan cuma korupsi uang dan lain-lain, tapi juga untuk tidak korupsi waktu,” pungkasnya. (*/fs)







Komentar