oleh

BKKBN Dukung RSUD Karawang Jadi Center of Excelence Pelayanan Ibu dan Anak

POSKOTA.CO-BKKBN mendukung RSUD Kabupaten Karawang (Jawa Barat) sebagai Rumah Sakit _Center of Excelence_ (CoE) dalam menjalankan  pelayanan ibu dan anak, khususnya di bidang pelayanan Keluarga Berencana (KB), dengan mengusulkan pelaksanaan _pre service training_ bagi para tenaga kesehatan.

Hal itu disampaikan Kepala BKKBN  Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) saat menerima audiensi Plt Direktur RSUD Karawang dr Fitra Hergyana Sp.DV, MH. Kes, MM beserta jajarannya, Jumat (28/07/2023) siang, di Ruang Sekretariat Stunting BKKBN, Jakarta.

“Selama ini yang tidak jalan dan saya pingin sekali jalan itu adalah _pre service training_. Itu (RSUD Kab. Karawang) tadi kan sudah ada kerjasama dengan KOAS dari universitas, mungkin nanti bisa dari akademisi kebidanan. Maksud saya  BKKBN  punya alat kontrasepsi yang sebetulnya  kalau (rumah sakit) beli sendiri harganya tidak murah. Kemudian perguruan tinggi  punya mahasiswa yang sebetulnya mahasiswa itu  untuk _material teaching_. BKKBN sering menggerakkan _material teaching_ dalam bentuk akseptor dan menyediakan alat-alat kontrasepsinya,” jelas Hasto.

Menurutnya, perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan RSUD Kabupaten Karawang bisa mengadakan pelatihan tersebut dan kemudian  berpraktik di RSUD Kabupaten  Karawang.  BKKBN  sendiri berkontribusi  menyediakan akseptor KB bekerjasama dengan dinas-dinas KB di sekitar Kabupaten Karawang.

“Kalau antara perguruan tinggi, rumah sakit, dengan BKKBN, maka biar perguruan tinggilah yang berkiprah mengadakan _training_ dan sebagainya, tetapi praktiknya di rumah sakit. Akseptornya kami yang akan suplai. Kami memiliki sejumlah akseptor. Jawa Barat  banyak yang akseptor MOW (Metode Operasi Wanita), sehingga rumah sakit juga bisa diturunkan untuk pelayanan MOW.”

“MOW ini misalnya untuk _pre service training_ untuk residen, MOPnya (Metode Operasi Pria) untuk _pre service training_ untuk urologi. Lalu yang paling banyak  pasang IUD, ada dokter umum dan akademi kebidanan. Namun, hari ini kita masih prihatin masih banyak dokter umum yang belum bisa memasang IUD. Padahal sayang sekali, kita ini punya alatnya, punya akseptornya,” tuturnya.

RSUD Kabupaten Karawang memang telah melakukan transformasi dan perbaikan-perbaikan infrastruktur, papar  dr Fitra Hergyana  pada saat membuka acara. Ia berharap RSUD Kab. Karawang bisa menjadi CoE pelayanan bagi ibu dan anak.

“Kami saat ini jadi Center of Excellence Ibu dan Anak di Jawa Barat. Jadi ,saat ini RSUD Karawang ada bersama pendidikan dengan FH UI, FH Unpad, dan FH Trisakti. Kami rumah sakit pendidikan satelit, _Academy Hospital System_. RSUD Karawang merupakan kawasan industri terbesar se-Asia.”

Berada di lahan seluas 6,8 hektar dengan 503 tempat tidur, RSUD Karawang merupakan rumah sakit tipe B pendidikan, terutama obgyn. “Jadi, residen itu kita di RSUD Karawang sampai dengan KOAS, dan _fellowship_. _Obgyn_ kami bekerja sama dengan _obgyn_ UI, lalu juga dengan Unpad kami ada residen urologi dan residen bedah saraf, dan FH Trisakti untuk KOASnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan RSUD Kabupaten  Karawang juga sangat memperhatikan kesiapan dan kualitas SDM dan infrastruktur dalam _Center of Excelence_ bagi pelayanan ibu dan anak.

“Arahan dari Kementrian Kesehatan, bagaimana RSUD ini bukan hanya medisnya tetapi nonmedisnya juga diperbaiki. Untuk SDM, karyawan di sini ada 1.243 dengan 90 dokter umum dan spesialis. Kita obgynnya mungkin ada enam, yang empat sudah sub-spesialis, dan dua lagi rencananya akan sub-spesialis. Transformasi yang kami laksanakan berupa perbaikan penanganan pasien, kualitas pemberi pelayanan, mutu layanan klinis, dan tata kelola rumah sakit. Transformasi infrastruktur ini konsepnya adalah modernisasi,” tandas dr. Fitra. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *