oleh

Bupati Kepulauan Seribu Akui Pembangunan di Wilayahnya Belum Maksimal

POSKOTA.CO-Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengakui bahwa pembangunan di wilayah yang dipimpinnya hingga kini belum maksimal. Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa untuk infrastruktur kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Jakarta kepulauan ini sudah sangat cukup dan bahkan ketersediaannya lebih baik dibanding sejumlah wilayah di daratan Jakarta lainnya.

“Sebagai salah satu wilayah di ibukota Jakarta, untuk pembangunan secara general memang kami akui belum terbangun secara maksimal. Sedangkan untuk infrastruktur kebutuhan dasar masyarakat sudah sangat cukup,” ungkap Junaedi saat menerima audiensi dari Universitas Bung Karno di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (27/10/2022).

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur kebutuhan dasar masyarakat meliputi bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya saat ini telah memenuhi ekspektasi masyarakat. Bahkan, dengan pelayanan listrik 24 jam dan pengadaan utilitas pelayanan air bersih yang langsung ke perumahan warga menjadi kemajuan tersendiri bagi Kepulauan Seribu.

“Memang masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang hingga kini masih belum optimal, seperti fasilitas transportasi umum yang kondisinya sangat berbeda jauh dengan transportasi umum yang ada di daratan Jakarta,” katanya.

Selain itu, Junaedi juga menyebutkan bahwa permasalahan krusial yang masih terus dihadapi Kepulauan Seribu adalah terkait dengan ketersediaan lahan, baik lahan tinggal maupun sejumlah lahan yang ketersediaannya untuk kebutuhan pendukung, seperti antara lain lahan pemakaman umum.

Sejatinya, sambung dia, wilayah Kepulauan Seribu memiliki potensi yang sangat besar terutama sektor pariwisata yang saat ini telah menjadi urat nadi perekonomian kebanyakan masyarakat dengan menjadi pelaku jasa wisata. Lalu untuk sektor lainnya, dia juga menyebutkan potensi sektor perikanan dan sektor pertambangan minyak dan gas bumi.

“Itulah Kepulauan Seribu, memang sayang sekali belum menjadi perhatian yang luar bisa padahal potensinya sangat luar biasa. Ini juga menjadi tantangan saya untuk mengembangkan Kepulauan Seribu menjadi kawasan pariwisata nasional, sesuai dengan amanat Keppres bahwa Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” terangnya.

Lebih lanjut, Junaedi juga mengatakan permasalah yang saat ini belum juga terselesaikan adalah banyaknya pengangguran karena dampak dari kurangnya lapangan pekerjaan sehingga mereka berebut pada lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah seperti sektor Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum.

“Minimnya lapangan pekerjaan masih kendala kita, tidak ada alternatif lain seperti bila ingin melamar sebagai pekerja di mal atau restoran, tidak ada. Jadi, sehebat apapun edukasi atau pendidikan, bila tidak ada lapangan pekerjaan, mau kemana mereka,” tanyanya.

Dari permasalahan-permasalahan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa saat ini Kepulauan Seribu telah dilirik sejumlah investor untuk membangun Kepulauan Seribu menjadi kawasan ekonomi khusus. Hal itu telah dibahas serius di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian RI sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN).

“Proyek pengembangan kawasan pariwisata khusus digadang akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap sebanyak 20 ribu tenaga kerja. Selain lapangan pekerjaan, projek itu juga akan memantapkan nama Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata berkelas internasional,” jelas Junaedi.

Dengan demikian, dia berharap semua pemangku kepentingan di Kepulauan Seribu dapat mendukung dan memudahkan akses pelaksanaanya termasuk terkait dengan perizinan. Diyakininya projek bertajuk ‘Negeri Seribu Pulau’ akan menjadi langkah awal kemajuan Kepulauan Seribu di masa mendatang. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *