
POSKOTA.CO – Mbak Retno bersiap-siap menyambut kedatangan suaminya. Begitu bangun dari tidur siangnya, ia mandi keramas agar segar dan wangi. Rok terusan kembang-kembang warna hijau, membuat penampilan Mbak Retno cantik dan segar. Baju warna hijau di atas kulitnya yang bersih…..membuat Mbak Retno kian ayu. Ia usapkan tipis-tipis bedak di wajahnya, lipstick warna merah jambu dan ia tebalkan sedikit alisnya dengan pinsil alis warna coklat. Berdandan untuk membuat senang hati suaminya.
Senin Malam hingga Kamis pagi, suaminya adalah milik Mbak Retno utuh. Biasanya sekitar pukul 17.00 Pak Haryadi sudah sampai di rumah Mbak Retno.
Pekerjaannya sebagai seorang pemborong bangunan perumahan cukup membuat tebal kantongnya. Pak Haryadi tipe laki-laki pekerja keras, dia ramah serta murah hati dan tidak banyak bicara. Ia sayang sekali dan sangat mencintai Mbak Retno. Ia manjakan istrinya layaknya lak-laki yang mempunyai istri muda. Ia berikan cukup banyak uang untuk keperluan istri dan anak-anaknya. Secara finansial istrinya tak akan pernah berkekurangan!
Pak Haryadi benar-benar bertekuk lutut di sudut kerling Mbak Retno, wanita Yogya yang cantik dan seksi. Istri muda yang sering membuatnya tak bisa tidur jika ia sedang bersama istti tuanya…… Semua permintaan Mbak Retno berusaha ia turuti, bahkan kebutuhan Ajeng dan Asih dia cukupi dengan baik.
Usia Pak Haryadi 50 tahun, perawakannya masih gagah dan cukup bugar. Tingginya 175 Cm dengan kulit sawo matang serta rambut cepak lurus. Matanya agak sipit dengan alis tebal diatasnya. Hidung mancung Pak Haryadi membuat nilai secara keseluruhan terbilang tampan dan gagah!
Setiap datang mengunjungi istri mudanya, Pak Haryadi tidak sedikit memberinya uang belanja. Belum lagi kalau jalan-jalan, Mbak Retno masih minta dibeliin ini dan itu. Istrinya cukup konsumtif tetapi uangnya cukup untuk memenuhi dahaga belanjanya. Ia masih menganggap wajar kebiasaan Istrinya dalam hal belanja.
Untuk kebutuhan belanja sehari-hari dia kasih istrinya uang mingguan atau setiap kali ia berkunjung. Dia sudah kapok memberi istrinya uang untuk sebulan. Pengalaman buruk pernah terjadi….uang bulanan yang seharusnya untuk satu bulan, dihabiskan oleh Mbak Retno dalam satu minggu. Pak Haryadi memarahi Mbak Retno tetapi istrinya pintar membuatnya untuk segera mengakhiri kemarahannya. Istrinya pintar melunakkan hatinya dan membuatnya tak berkutik.
Langit sudah mulai lembayung, hari sudah mulai gelap. Diana dan adik-adiknya serta Tante Dewi sudah mandi semua. Saat ini mereka berkumpul di ruang tamu sambil menonton TV. Tante Dewi dan Diana menyiapkan makanan di meja makan yang akan disantap nanti malam. Mereka akan makan bersama dan saat ini sedang menunggu kedatangan Papa Hary!
Sekitar pukul 18.30 Pak Haryadi baru sampai di rumah, agak telat dari biasanya. Ia tertegun ketika istrinya memperkenalkan anak tirinya yang baru datang dari Yogya. Sekarang ini ada dua wanita cantik di rumah ini. Ia harus menjaga betul-betul titipan Allah ini. Kalau Ajeng dan Asih tidak begitu membuatnya khawatir, mereka masih kecil….masih SMP. Tetapi anak tirinya yang baru? Diana bak pinang dibelah dua dengan mamanya!
” Pa ini Diana, anakku yang baru datang dari Yogya kemarin pagi” (Bersambung WITA LEXIA….)







Komentar