POSKOTA.CO – Euforia persiapan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021 semakin menggelora. Perhelatan yang digelar tiap lima tahun sekali ini, bukan hanya merupakan forum permusyaratan NU tertinggi namun juga kerap disebut sebagai pestanya Nahdliyin, di mana puluhan ribu warga NU dari berbagai penjuru datang dengan semangat silaturahmi sekaligus saling berbagi berkah dan manfaat.
Dengan mengusung tema, ‘Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhikmat untuk Peradaban Dunia’, Muktamar NU akan berfokus pada program yang mengacu pada pembentukan sumber daya manusia yang berwawasan kemajuan dan adaptif dalam merespons tatanan perubahan lokal, nasional maupun internasional.
Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) DKI Jakarta sejak pelantikan pengurus pada Oktober 2021 lalu, telah lebih dulu mempersiapkan keniscayaan masa depan di kancah perekonomian umat melalui digagasnya program ‘NU Universe-Nahdlatul Ulama Semesta Bumi’, yaitu sebuah program yang terdiri dari empat pilar utama yaitu pilar pembangunan sosial, pilar ekonomi terintegrasi, pilar lingkungan hidup dan keberlanjutan hayati, serta pilar perdamaian yang diniatkan untuk mengangkat kembali potensi inti NU sebagai organisasi yang menjadi bagian sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa yang kiprahnya bukan hanya bermanfaat bagi Indonesia namun juga di mancanegara. Pemilihan empat pilar utama itu juga merupakan manifestasi hubungan kepada Tuhan, sesama manusia dan alam semesta.
Ketua LPNU DKI Jakarta masa bakti 2021-2026 M Fatahillah menyatakan, kendati NU Universe mengangkat isu global, namun akan dimulai dengan metode keteladanan yang diuji coba di kawasan termiskin di wilayah DKI Jakarta. “Persoalan umat di DKI Jakarta cukup kompleks, dengan populasi yang heterogen dan terbuka atas berbagai arus informasi dan perubahan. Hal ini merupakan tantangan yang harus dijawab sedini mungkin namun terukur serta dapat diaplikasikan dimulai dari hal yang kecil,” jelasnya, pada Senin (20/12/2021).
Lebih lanjut dikatakannya, NU Universe menerapkan formulasi aplikatif berbasis digital yang dimanfaatkan untuk mengukur efektivitas program dan timbal balik dampak sosialnya. “Analoginya lebih baik menubah 1.000 KK secara terukur dan maksimal daripada mengubah 1 juta umat namun belum sepenuhnya tuntas,” tambah Gus Tata, panggilan akrab M Fatahillah, dalam keterangan tertulisnya.
“Target pencapaian NU Universe 2021-2026, tepat pada satu abad NU di tahun 2026 mendatang adalah terciptanya Jakarta Eco-Location yang dikelola secara aktif oleh warga Nahdliyin setempat bekerja sama dengan para relawan lintas profesi antara lain dokter, guru, ulama, hingga wirausaha NU untuk mencapai terbentuknya kampung ramah pangan, ramah lingkungan, ramah silaturahmi, damai, sehat dan sejahtera,” tutupnya. (*/miv)







Komentar