oleh

Generasi Muda Harus Mampu Lestarikan dan Kembangkan Budaya Indonesia

POSKOTA.CO – Sosialisasi Pengetahuan Tradisional sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari diharapkan dapat mengedukasi generasi berikutnya agar mampu berperan pada pemajuan budaya di tanah air.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek Fitra Arda mengatakan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional.

Menurutnya kita perlu menindaklanjuti undang-undang tersebut dengan melakukan berbagai aksi kegiatan dengan terapan langsung dilapangan misalnya Kuliner termasuk menciptakan minuman rempah hasil kekayaan hayati Indonesia.

“Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) adalah data yang berisi inventarisasi obyek pemajuan kebudayaan sesuai dengan amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” kata Fitra disela-sela acara Sosialisasi Pengetahuan Tradisional sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari berlangsung di Grand Metro Tasikmalaya, Minggu (7/11).

Sementara itu, Praktisi Kesehatan sekaligus Presiden Ahlina Institute Dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc mengungkapkan pihaknya secara masif menyosialisasikan minuman warisan tradisional dengan nama Samilakor (sari minuman rempah lawan corona) yang merupakan minuman rempah asli kekayaan hayati Indonesia.

“Kami membangun dua komunitas yaitu Indonesia Bergerak dan Relawan Pejuang Lawan Covid-19 (RPLC-19) dalam rangka mempersiapkan dan mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dan mempersiapkan rakyat pasca pandemi,” kata Dr. Tifauzia.

Dijelaskannya, memperkenalkan kuliner dan minuman rempah asli kekayaan hayati Indonesia merupakan hal penting dari kegiatan Sosialisasi Pengetahuan Tradisional sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang Digunakan Dalam Kehidupan Sehari-hari.

“Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alamnya. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Indonesia teredukasi dan memahami warisan tradisional,” ujarnya. (miv/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *