POSKOTA.CO – Klaster hajatan muncul di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tercatat sebanyak sembilan orang meninggal dunia. Sementara warga yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 100 orang lebih.
Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Muslimin mengatakan, 100 warga Sidodowo terkonfirmasi Covid-19 diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan tim Satgas Covid-19 Lamongan selama beberapa hari terakhir.
“Total sampai hari ini ada sembilan yang meninggal dan 100 lebih yang terkonfirmasi itu hasil tracing yang kami lakukan,” kata Muslim, Selasa (8/6/2021).
Untuk menekan laju penyebaran virus corona, lanjut Muslim, Satgas Covid-19 Lamongan terus melakukan berbagai upaya di antaranya menutup sementara akses keluar masuk atau lockdown Desa Sidodowo dan menggelar patroli rutin untuk menghalau warga yang berkerumun dan tidak memakai masker saat berada di luar rumah.
“Tadi pagi juga ada kegiatan fogging pembagian suplemen vitamin bagi warga yang terdampak, dan kita prediksi laju penyebaran virus Corona di Desa Sidodowo ini insya Allah bisa dikendalikan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, selama lockdown dua pekan ke depan, semua kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat setempat akan dicukupi.
“Tadi kami juga baru mengirimkan bantuan berupa beras, ikan segar dan kebutuhan hidup sehari-hari mereka dan insya Allah bantuan ini akan terus kita salurkan selama pelaksanaan lockdown dua pekan ke depan,” ujarnya.
“Menurut keterangan, munculnya kasus ini karena puluhan warga Desa Sidodowo menghadiri acara hajatan pernikahan di Sidoarjo dan Bojonegoro. Usai menghadiri acara tersebut warga mengalami sakit flu, demam dan juga batuk. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata mereka dinyatakan positif Covid-19,” Kapolres Lamongan. (nurqomar)








Komentar