oleh

Aktif Suarakan Antirasialisme, Osaka Masuk Daftar 100 Tokoh Berpengaruh di Dunia

-Olahraga-53 views

POSKOTA.CO – Petenis juara Grand Slam AS Terbuka, Naomi Osaka (Jepang), masuk dalam daftar 100 Tokoh  Paling Berpengaruh tahun 2020 versi Majalah TIME.

Petenis berusia 22 tahun itu memenangi gelar Grand Slam ketiganya di AS Terbuka 2020 sekaligus menarik perhatian pada masalah ketidakadilan rasial di Amerika. Ia menarik perhatian terhadap masalah ketidakadilan rasial di Amerika di AS Terbuka,  dengan mengenakan masker wajah sebelum pertandingannya bertuliskan nama-nama korban berkulit hitam dari kekerasan polisi.

Osaka bahkan sempat  berencana untuk memboikot semifinal Western & Southern Open,  menyusul penembakan terhadap pria kulit hitam Jacob Blake. Ia pun  mengenakan masker di tujuh  hari pertandingan AS Terbuka dengan bertuliskan nama-nama korban kulit hitam dari kekerasan polisi.

Juara bola basket Olimpiade Maya Moore memuji Osaka atas “fokusnya yang luar biasa, keberanian, dan niatnya untuk membawa dirinya seperti yang dia lakukan, ” sebut Moore. “Menonton Naomi Osaka bermain AS Terbuka, saya terinspirasi oleh betapa cantiknya dia merangkai penampilan atletik dominannya ke dalam narasi lain. Percayalah: itu tidak mudah. Dibutuhkan fokus yang luar biasa, keberanian dan niat untuk membawa dirinya seperti yang dia lakukan. Untuk menggunakan bakat dan bakatnya, suaranya dan platformnya, untuk menghormati betapa berharganya kehidupan hitam dan coklat,” sambungnya.

Moore menyebutkan butuh kerendahan hati meski sebenarnya Osaka telah  jadi bintang gemerlap di dunia tenis khususnya. “Butuh kerendahan hati dan keanggunan untuk menunjukkan apa yang dia lakukan, menang di salah satu tahapan terbesar dalam keahliannya, pada sesuatu yang lebih penting,” jelas Moore. “Dia mengingatkan kita bahwa kita semua bisa menolak alasan yang melindungi kita dari memberikan cinta. Apapun kekuatan yang kita miliki, cara yang paling tahan lama dan memberi hidup yang dapat kita lakukan untuk menjaga kekuatan itu adalah dengan menggunakannya untuk mengangkat orang lain. Terutama mereka yang tidak persis seperti kita. Karena kita saling membutuhkan. Kami membutuhkan kemanusiaan yang utuh. Olahraga secara unik dapat memberi isyarat kebenaran ini. Jika seseorang seperti Naomi dapat memiliki keberanian untuk menggunakan apa yang dia sebut orang yang lebih tinggi, maka kita juga bisa,” lanjutnya. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *