oleh

Umat Islam dari Seluruh Dunia Diminta Terus Mendukung Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Palestina

-Nasional-52 views

POSKOTA.CO-Hingga saat ini bangsa Palestina masih mengalami berbagai tekanan dari Zionis Israel. Sekretaris Jenderal Koalisi Internasional Bela Al-Quds dan Palestina Dr Muhammad Akrom Al-Adlouni berharap agar umat Islam dari berbagai belahan dunia untuk tidak lelah dan terus mendukung perjuangan mereka dalam meraih kemerdekaan.

“Bangsa kami mengharapkan  dukungan dari seluruh umat  di dunia, baik berupa materi maupun non-materi. Mereka setiap hari dalam kondisi agresi, boikot dan juga penangkapan,” kata Akrom saat memberi sambutan pada Konferensi Virtual Aktivis Palestina Internasional yang  berlangsung pada hari Sabtu-Ahad (07-08/11/2020) yang diikuti oleh peserta dari berbagai belahan dunia.

Menurut Akrom, memupuk kesadaran mendukung Palestina ini merupakan salah satu dari sepuluh tujuan atau misi digelarnya Konferensi Virtual Aktivis Palestina Internasional. Pada kesempatan ini Ia menyampaikan tujuan-tujuan tersebut .

“Yang pertama, yang ingin kita dapatkan dari pertemuan ini adalah menentang dari deal of century yang tentu melanggar hak azasi manusia. Yang tentunya tujuannya adalah melenyapkan permasalahan Palestina dari permasalahan dunia,”  ujarnya.

Kedua, menjadikan masalah Palestina sebagai masalah utama dan menyikapi dengan tegas normalisasi yang ingin dilakukan. Kemudian aneksasi Israel terhadap Tepi Barat Palestina.

Ketiga,  dalam konferensi ini disampaikan berbagai permasalahan yang menimpa Masjid Al Aqsa. “Seperti diketahui berbagai upaya dilakukan untuk Yahudisasi Masjid Al Aqsha. Baik dari segi zaman, waktu dan tempat. Kemudian menghancurkan rumah-rumah di sekitar Masjid Al-Aqsha, juga melakukan penangkapan kepada warga Al-Quds,” tegasnya.

Keempat, menyatukan perjuangan umat Islam dalam menentang normalisasi. Isu normalisasi ini menurut Akram berujung kepada pemecah belah persatuan umat. “Maka hal ini harus kita hindari dengan persatuan umat,” ujarnya.

Kelima, menguatkan bangsa Palestina agar terus bertahan dalam perjuangan menghadapi tekanan penjajah Zionis Israel.

Keenam, digelarnya konferensi bertujuan mengabarkan tentang agenda zionis sehingga umat Islam memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengetahui strategi  Zionis Israel dalam proyek Yahudisasi terhadap Al Aqsha.

“Dan umat Islam harus melakukan tindakan yang dapat menghentikan langkah-langkah mereka dalam melakukan Yahudisasi,” harap Akram.

Ketujuh, memperkuat peranan umat sebagai strategis meningkatkan solidaritas terhadap Palestina hingga berujung kepada kemerdekaan Palestina.

Kedelapan, tujuan konferensi digelar untuk menyampaikan rasa bangga kepada para pemimpin dunia, yang di tengah kesibukannya tetap memberikan dukungan terhadap Palestina.

Kesembilan, diharapkan dukungan seluruh umat baik materi maupun non-materi untuk bangsa Palestina. Mereka dalam kondisi agresi, boikot dan juga penangkapan yang dihadapi setiap harinya. “Yang senantiasa menjaga Masjid Al-Aqsha siang dan malam,” ujar Akram.

Kesepuluh, konferensi menyampaikan kepada kaum muslimin di dunia untuk memperkuat perjuangan membela Palestina dengan berbagai organisasi dari berbagai belahan dunia. Diharapkan organisasi-organisasi ini terus melakukan kampanye menentang normali sasimelalui media elektronik.

“Serta mengabarkan dan menginformasikan tentang Palestina melalui media sosial dan media elektronik lainnya. Di samping juga mendukung secara materi untuk bangsa Palestina,” tambah Akram.

Konferensi ini menghadirkan tujuh bahasa internasional sehingga diharapkan dapat disimak penduduk dunia.  “Pada kesempatan kali ini kita melibatkan beberapa negara dan menghadirkan dengan tujuh bahasa agar dapat dinikmati oleh berbagai suku bangsa,” kata Akram.

Sementara itu Kepala Biro Politik HAMAS (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah) atau Gerakan Pertahanan Islam di Gaza, Palestina Ismail Haniyah mengapresiasi persatuan umat Islam dunia dalam menentang kasus karikatur Nabi Muhammad di Prancis.

“Kita bisa lihat di berbagai negara, semangat umat Islam memprotes karikatur Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Umat Islam berjuang membela Nabi Muhammad ketika beliau dinistakan,” kata Ismail.

Semangat persatuan ini, lanjut Ismail, perlu dikobarkan juga untuk membela tanah yang sangat dimuliakan yakni Palestina. “Serta Masjid Al-Aqsha dan juga untuk menjaga Masjidil Aqsha dan Al-Quds yang merupakan masjid kedua umat Islam. Dengan semanat ini, kita insyaallah akan memenangkan pertarungan,” ujar Ismail.

Saat ini, jelas Ismail, bangsa Palestina tengah menghadapi dua persoalan besar yakni normalisasi dan aneksasi. Disebutkan dua ancaman ini mempersulit kondisi rakyat Palestina. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *