oleh

Sekjen Kemendikbudristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Akan Ditingkatkan

POSKOTA.CO-Seiring makin banyaknya daerah yang level PPKM-nya menurun menjadi level 3, 2 dan 1 maka  jumlah sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas diharapkan akan semakin meningkat. Klaster pendidikan yang muncul si sejumlah sekolah diperkirakan tidak akan mempengaruhi rencana pelaksanaan PTM terbatas tersebut.

“Muncul klaster di sekolah tertentu tidak lantas harus menutup kembali seluruh sekolah,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ir. Suharti, MA, Ph.D dalam diskusi yang digelar Forum Wartawan Pendidikan (Fortadikbud) di Bogor, Jumat (170/9/2021).

Menurut Suharti, daerah sudah memiliki kebijakan khusus untuk menangani klaster-klaster penularan Covid-19 di sekolah. Pemerintah daerah sudah memiliki SOP apa langkah yang akan dilakukan terhadap kemunculan klaster pendidikan dan bagaimana untuk mengendalikannya. Karena itu, Ia mengingatkan meski bermunculan klaster pendidikan, tidak boleh dijadikan dasar untuk menutup seluruh sekolah.

Sekjen mengingatkan bahwa untuk membuka kembali PTM terbatas,  sekolah harus memenuhi persyaratan yang cukup ketat. Mulai dari dukungan sarana prasarana, vaksinasi Covid-19 bagi para pendidik, siswa dan juga warga sekolah lainnya. “Ada daftar periksa yang harus diisi sekolah. Kalau daftar belum terpenuhi maka tentu sekolah tidak bisa melaksanakan PTM terbatas,” lanjut Sekjen.

Dengan mengisi daftar periksa tersebut, menurut Sekjen, sekolah-sekolah yang tidak memenuhi syarat PTM terbatas, maka akan dengan sendirinya tidak bisa memulai pembelajaran tatap muka. Sebaliknya jika sekolah memang memenuhi daftar periksa, maka sekolah juga diijinkan menggelar PTM terbatas.

Daftar periksa tersebut diakui Suharti disusun oleh berbagai pihak termasuk Satgas pengendalian Covid-19 dan Kemenkes. Parameter yang harus dipenuhi sudah memenuhi standar keamanan untuk mengindari penularan Covid-19.

Suharti lebih lanjut mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah terus mempercepat target vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. “Kemenkes sudah terbitkan surat edaran agar pemda memprioritaskan vaksinasi pada guru dan pendidik,” tambahnya.

Selama PTM terbatas, Suharti mengingatkan bahwa sekolah tetap membuka pembelajaran melalui daring (PJJ). Kebijakan melanjutkan PJJ ini untuk mengakomodir siswa yang memang belum bisa hadir secara fisik ke sekolah dengan berbagai alasan. “Kita akan terus perkuat peran guru untuk menggelar blended learning atau pembelajaran campuran,” tutupnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *