oleh

Ruas Cawang-Pondok Gede Naik Cukup Tinggi, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Alami Penyesuaian

POSKOTA.CO- Tarif tol Jakarta-Cikampek elevated (layang) dan non elevated akan diintegrasikan. Sebagian diantaranya akan mengalami kenaikan tarif hingga  diatas 100 persen, yakni ruas Cawang-Pondok Gede.

“Tarif tol Jakarta-Cikampek akan diberlakukan sebelum tol elevated mencapai waktu setahun sejak dioperasikan,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/11/2020).

Daftar tarif tol Jakarta-Cikampek sebelum dan setelah mengalami kenaikan

Menurut Endra, tol elevated  sudah dioperasikan  sejak 15 Desember 2019 dan peresmian dilakukan  12 Desember 2019. Pihaknya berharap tarif ini diberberlakukan sebelum 1 tahun pengoperasian tanpa tarif atau sebelum 12 Desember 2020.

Adapun secara rinci, pentarifan tol Jakarta-Cikampek ini dibagi 4 wilayah. Wilayah 1 yaitu Jakarta -Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur. Wilayah 2 yaitu Jakarta-Cikarang Barat. Wilayah 3 yaitu Jakarta -Karawang Barat. Wilayah 4 yaitu Jakarta -Cikampek.

Tarif tol Jakarta-Cikampek akan mengalami penyesuaian dengan beroperasinya tol Jakarta-Cikampek elevated. Direncanakan, tol Jakarta-Cikampek akan memiliki tarif sebesar Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 15.000 untuk rute paling jauh, yaitu Jakarta -Cikampek.

Tarif ruas Cawang-Pondok Gede dan Cikarang

Kenaikan cukup  tinggi terjadi justru di ruas paling padat lalu lintas yaitu Cawang-Pondok Gede dan Cawang-Cikarang. Tentu saja hal ini banyak dikeluhkan warga Jakarta Timur dan Bekasi yang selama ini banyak melintasi ruas ini.

“Waduh tarif  Tol Cawang-Pondok Gede naik dari Rp 1500 jadi Rp 4000. Berarti kenaikannya hampir 200 persen.  Ini Jasa Marga gimana sih?” kata Darmawan warga Pendok Kelapa, Jakarta Timur.

Dia mengaku hampir tiap hari bolak-balik melintas tol tersebut. Dengan kenaikan tersebut tentu sangat memberatkan di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini.

Hal senada juga diungkapkan Agus warga Cikarang Barat yang mengaku kerja di Jakarta. Jika selama ini dia cukup membayar tol Rp 4.500 sekali jalan, maka sekarang harus merogoh kantong hingga Rp 7000,  yang berati tiap hari harus menambah ongkos tol Rp 5.000 pulang pergi.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja

Sementara itu   Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, bagi warga yang merasa keberatan dengan adanya kenaikan tarif tersebut disarankan menggunakan jalan arteri sebagai alternatifnya. Sejumlah jalan arteri yang bisa dipilih warga antara lain Jalan Raya Kalimalang, Jalan Basuki Rahmat, Tol JORR, atau Jalan Tol Becakayu.

Sedangkan Dirut Jasa Marga Subakti Syukur mengungkapkan, kenaikan tarif yang cukup tinggi di wilayah 1 dengan pertimbangn distribusi tarif. Sebab  dengan tingginya tarif di wilayah 1  membuat  tarif di wilayah 4 menjadi tidak terlalu tinggi.

“Dengan demikian kendaraan logistik yang menempuh jarak jauh menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Pengoperasian tol layang (elevated) di Tol Jakarta-Cikampek diakui menambah lancar lalu lintas di jalur tersebut. Adanya tol layang membuat rasio kapasitas volume (VCR) jalan  tersebut turun dari  0,71 menjadi 0,66 atau tingkat kepadatan lalu lintasnya berkurang. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *