JAKARTA-Direktorat Kepolisian Udara kembali mempertegas langkah strategis transformasi keselamatan penerbangan melalui implementasi proyek perubahan berjudul “Strategi Optimalisasi Kemampuan Pilot Helikopter Polri dalam Meningkatkan Keselamatan Penerbangan Berbasis IFR” pada pendidikan PKN II yang dijalani oleh AKBP Ronny Zulkarnain, S.H.
“Proyek ini menjadi milestone penting, karena membangun budaya keselamatan yang berstandar Instrument Flight Rules (IFR) sebagai standar terukur modern penerbangan kepolisian di wilayah Indonesia yang memiliki kompleksitas cuaca, topografi serta dinamika operasi kepolisian yang high risk,” kata Ronny.

Menurut dia, output utama yang berhasil dihasilkan dari proyek perubahan ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerbangan Berbasis IFR di Kepolisian Udara, yang disusun secara komprehensif, aplikatif, dan berkesesuaian dengan best practice internasional serta referensi safety aviation. SOP ini menjadi panduan baku yang memperkuat kerangka kerja pilot, crew, mekanik, dispatcher, dan ATC internal Polri dalam mengelola misi penerbangan berbasis IFR bukan hanya sekedar visual sehingga mitigasi risiko dapat dilebarkan pada spektrum yang jauh lebih luas.
Selain penyusunan SOP, proyek ini juga berhasil mengimplementasikan penggunaan aplikasi IoT ForeFlight dan Big Data dengan menggunakan website “Siap Terbang” sebagai perangkat pendukung navigasi dan manajemen misi udara Polri. ForeFlight memungkinkan pilot Polri memiliki informasi cuaca real time, akses chart IFR, flight planning digital, hingga hazard advisory secara cepat, terukur, dan berbasis data.
“Transformasi digital ini membuat proses decision making misi udara jauh lebih presisi, cepat, serta terintegrasi dengan standar keselamatan penerbangan modern,” tambahnya.
Dengan keberhasilan implementasi ini, Polri melalui Polisi Udara tidak hanya menghasilkan dokumen dan sistem baru, namun membangun budaya keselamatan baru yang kuat, sustainable, dan measurable. Proyek perubahan ini menjadi bukti bahwa profesionalisme penerbangan kepolisian dapat terus ditingkatkan melalui paradigma IFR, standardisasi SOP, serta pemanfaatan teknologi penerbangan terkini. Kedepannya, langkah ini diharapkan memperkuat kontribusi Kepolisian Udara Polri dalam menjaga keselamatan publik, memperluas kapabilitas operasi udara di seluruh wilayah NKRI, serta menjawab tantangan misi kepolisian udara yang semakin kompleks, presisi, dan high demand. (fs)







Komentar