POSKOTA.CO – Menteri Koordinator (Menko) PMK Muhadjir Effendy meresmikan peluncuran Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN Pijar). Acara peluncuran tersebut sekaligus memperingati Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April 2022 lalu.
Acara peluncuran Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN Pijar) berlangsung di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/4/2022), yang dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan perwakilan Kementerian Sosial.
Berbagai kompleksitas masalah anak usia sekolah dan remaja, menurut Menko Muhadjir, memerlukan penanganan yang komprehensif dari pemerintah dan seluruh kekuatan lembaga swadaya masyarakat, kekuatan masyarakat madani serta semua pihak yang ikut bertanggung jawab atas masa depan bangsa ini.
“Kami berharap kepada seluruh pimpinan daerah dan kementerian terkait serta lembaga-lembaga pendidikan, lembaga-lembaga pelayanan sosial yang berkaitan dengan remaja dan usia sekolah ini bisa betul-betul saling bekerjasama dengan penuh kesungguhan,” kata Menko Muhadjir, melalui keterangan tertulis yang diterima POSKOTA.CO, Selasa (19/4/2022).
Lebih lanjut Muhadjir mengungkapkan, 20 persen remaja usia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami perundungan. Kemudian isu yang ketiga yaitu kekerasan berbasis gender, perundungan berbasis siber, pekerja anak dan risiko terpengaruh oleh paham paham radikal yang berbahaya.
Data UNICEF tahun 2020, 45 persen anak usia 14 sampai 20 tahun mengalami perundungan berbasis siber sepanjang tahun 2020. Lalu permasalahan keempat yaitu terkait akses dan kualitas pendidikan dan keterampilan. Tercatat hanya 73 persen remaja usia 16 sampai 18 tahun dan 26 persen remaja usia 19 sampai 24 tahun yang saat ini masih bersekolah, terdapat 72,5 persen penduduk penduduk penyandang disabilitas. “Sekali lagi penduduk penyandang disabilitas sebanyak 72,5 persen berusia 7 sampai 18 tahun yang ke sekolah dan hanya 26,6 persen sekolah inklusi dari total jumlah sekolah yang ada di Indonesia,” ucap Muhadjir.
Dalam kesempatan ini, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan, 3,2 persen kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia menggunakan narkoba, psikotropika dan zat adiktif (napza). Hal itu disebutkan Muhadjir berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) 2019. Selain itu, terkait permasalahan kesehatan dan gizi anak-anak di Indonesia ada 32,0 persen anak usia sekolah dan remaja mengalami anemia, sedangkan sebanyak 58,3 persen anak mengalami aktivitas kurang dan pola makan yang tidak sehat. “Berbagai kompleksitas masalah anak usia sekolah dan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Penanganan itu harus dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat,” tutup Muhadjir Effendy. (*/miv)







Komentar