PDAM KOTA DEPOK TARGETKAN 35 PERSEN PELANGGAN HINGGA 2021 – Poskota.co

PDAM KOTA DEPOK TARGETKAN 35 PERSEN PELANGGAN HINGGA 2021

POSKOTA.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Depok menargetkan 35 persen pelanggan hingga 2021 mendatang. Untuk pencapaian target tersebut, diperlukan dana sebesar Rp1,7 triliun.

Hal itu terungkap dalam Lokakarya Rencana Bisnis PDAM Tirta Asasta Depok Tahun 2017 yang digelar di Balai Kota Depok, Senin (24/7). Target tersebut juga menjadi agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok.

Berdasarkan catatan PDAM Kota Depok, dari 2,1 juta jiwa penduduk Depok, baru 16 persen yang mengakses air bersih, sedangkan sisanya masih menggunakan air tanah. “Karenanya, di tahun 2017 ini kami menargetkan 35 persen pengguna air bersih,” ujar Olik Abdul Holik, dirut PDAM Tirta Asasta Depok, di sela-sela lokakarya.

Olik menambahkan, untuk mencapai target tersebut diperlukan penggalangan bantuan dana pembangunan infrastruktur PDAM. Hal ini dilakukan guna mendukung capaian dan target akses aman air minum dan sanitasi 100 persen sesuai RPJMN 2015-2019.

“Saat ini PDAM Depok memiliki lima instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 1.095 liter per detik. Target pada 2021 yakni kapasitas produksi mencapai 2.285 liter per detik dengan jumlah pelanggan sebanyak 100.100 sambungan langganan atau 30,10 persen,” papar Olik.

Wali Kota Depok Idris Abdul Somad saat memberi sambutan dalam Lokakarya Rencana Bisnis PDAM Tirta Asasta Depok Tahun 2017 yang digelar di Balai Kota Depok, Senin (24/7).

Lebih lanjut Olik memaparkan, permasalahan umum PDAM saat ini begitu kompleks, yakni cakupan pelayanan masih rendah, kehilangan air masih tinggi, keterbatasan sumber air baku untuk air minum, biaya investasi yang diperlukan untuk peningkatan pelayanan masih sangat besar dan kemampuan keuangan sangat terbatas.

“Kebutuhan pendanaan investasi dalam rencana bisnis PDAM sebesar Rp1,7 triliun dengan skema pendanaan direncanakan terdiri dari, APBN Cipta Karya Rp598 miliar, APBN SDA Rp121 miliar, APBD Provinsi Jawa Barat Rp246 miliar, APBD Kota Depok Rp542 miliar, dan internal PDAM Rp276 miliar,” jelas Olik saat memaparkan rencana bisnis PDAM Depok 2017 di Pemkot Depok.

Sementara itu, Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengatakan, untuk membantu pencapaian target PDAM Kota Depok, Pemerintah Kota Depok telah mengucurkan dana sebesar Rp499 miliar. Dana tersebut dalam bentuk penyertaan modal yang dicairkan secara bertahap.

Dengan lokakarya ini, Idris berharap PDAM Kota Depok mendapat sumber pendanaan lain untuk memenuhi kebutuhan dana sebesar Rp1,7 triliun. “Tahun lalu PDAM mendapatkan bantuan DAK dari pemerintah pusat dan dari Pemerintah Provinsi Jabar. Usai paparan rencana bisnis PDAM dalan lokakarya ini diharapkan bantuannya lebih meningkat lagi. Sebab penggunaan air tanah bisa menyebabkan kekeringan di Depok jika tidak segera dialihkan ke air PDAM,” ujar Idris. (*/arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.