oleh

Nestlé Indonesia dan BKKBN Luncurkan Program Edukasi Gizi

POSKOTA.CO-Dalam upaya dukung percepatan penanggulangan prevalensi stunting di Indonesia, PT Nestlé Indonesia berkerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam meluncurkan program penurunan stunting kepada masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung yang akan dimulai pada 2022. Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting hari ini di Kantor pusat BKKBN. Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar.

“Kami menyambut baik inisiatif Nestlé untuk terlibat secara konkret dalam penanggulangan stunting di Indonesia karena masalah kesehatan masyarakat ini memerlukan keterlibatan banyak pihak,” kata Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Selasa (14/12/2021).

Menurut Hasto, pada awal tahun ini, pemerintah telah menargetkan agar prevalensi stunting di Indonesia bisa ditekan menjadi 14% pada tahun 2024. Tentunya target ini sulit dicapai tanpa dukungan banyak pihak. Dengan demikian, kami mengapresiasi keterlibatan Nestle Indonesia dan berharap agar program kemitraan ini bisa segera terlaksana secara nyata dan terukur dalam memperkuat upaya pemerintah dalam penanggulangan stunting sehingga prevalensinya bisa mengalami penurunan yang berarti,” jelas dokter Hasto yang juga ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.

Stunting adalah kondisi kekurangan asupan gizi yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, anak stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi anak seumurnya. Stunting dapat dicegah, antara lain melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan anak-anak khususnya pada usia dini. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen. Sedangkan bila mengacu pada  Badan Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting mencapai lebih dari 20 persen.

Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengungkapkan “Selaras dengan komitmen Nestlé dalam menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu saat ini dan generasi mendatang, Nestlé memberikan kontribusi secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan status gizi keluarga Indonesia, salah satunya melalui program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat. Komitmen ini kami wujudkan juga melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk BKKBN. Kami yakin, kerjasama lintas sektor ini akan mendukung upaya-upaya bersama dalam mencapai tujuan besar untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” jelas Ganesan.

Program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé For Healthier Kids) berkomitmen membantu anak Indonesia untuk hidup lebih sehat melalui pemberian edukasi gizi dan tumbuh kembang kepada orang tua dan individu di sekitar anak. Oleh karena itu Nestlé menyambut baik kerjasama dengan BKKBN dalam upaya penurunan stunting melalui penandatangan kesepahaman bersama ini.

“Kerjasama ini akan meliputi upaya pemberian edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat di lokasi yang disepakati berupa edukasi gizi, tumbuh kembang dan fortifikasi pangan. Selain itu program ini juga mencakup kegiatan peningkatan kapasitas dan kompetensi dasar Sumber Daya Manusia (SDM) terkait gizi dan tumbuh kembang anak, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan anak melalui kegiatan pendampingan” tutup Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestlé Indonesia. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.