oleh

Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional

POSKOTA.CO-Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Humas dan Layanan Informasi  Sekretariat Jenderal MPR RI diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema: “Menebar Nilai Kepahlawanan dalam Kontestasi Politik Nasional “, Senin (15/11-2021) di Ruang Media Center MPR/DPR/DPD RI Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dalam diskusi ini narasumber yang dihadirkan 1. Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad (kiri) 2. Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron (kanan) dan  3. Pakar Politik, Prof Siti Zuhro (tengah)

Menurut politisi Fadel Muhammad. Sebagai awal pembuka diskusi kita pada siang hari ini yaitu, nilai-nilai kepahlawanan dalam kontestasi politik nasional. Bicara mengenai nilai-nilai kepahlawanan,  tentunya kita mengetahui bahwa seseorang dikatakan pahlawan apalagi disebut Pahlawan nasional, maka pasti orang tersebut berprestasi di daerah di wilayah di mana dia muncul, kemudian disandingkan prestasi-prestasinya di tingkat nasional dan kemudian dianggap membawa nilai-nilai yang bisa menjadi panutan bagi masyarakat.

“Ketika menjadi gubernur di Gorontalo, itu Provinsi Gorontalo pisah dari sulut tidak punya pahlawan, tidak ada pahlawan nasional disana, maka saya pun berpikir bagaimana mungkin sebuah provinsi tidak ada pahlawan, maka saya membentuk tim kecil, mencari siapa-siapa tokoh daerah, yang bisa kita kategorikan pahlawan nasional dan kita usulkan ke tingkat pusat,  maka saya mendapatkan nama seorang pejuang di saat proklamasi, yaitu Nani Wartabone. Beliau pejuang kepahlawanan sangat tinggi dan beliau itu yang deklarasi kemerdekaan di Gorontalo tanggal 23 Januari tahun 1942 dan kemudian ketika Soekarno Hatta deklarasi proklamasi kemerdekaan tahun 1945,  beliau-beliau itu dengan timnya,  9 orang bergabung,  maka beliau punya nilai-nilai perjuangan, di tingkat lokal dan dapat kita bawa ke tingkat nasional, maka saya usulkan ketngkat nasional diperjuangkan akhirnya presiden ketika itu Megawati setuju.”

Dari contoh kecil tadi kita lihat, nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan yang tersebut dari Sabang sampai Merauke di luar biasa banyaknya dan setiap daerah, setiap pahlawan punya kriteria dan punya hal-hal yang menarik.Baru-baru ini kita mendapatkan juga pahlawan nasional 4 orang pahlawan, ada Usmar Ismail, dia ini adalah seorang perfilm dari Bukit Tinggi, Tomboloutu pahlawan dari Sulawesi Tengah dan ini belum lama hanya memberikan gambaran bahwa baru-baru ini juga ada ada juga Raden Aria Wangsakara, sudah lama, jadi apa yang disebut, yang kita perlu belajar mereka ada tiga hal, yang sangat menarik dari kriteria yang mereka punyai,Pertama, selalu mereka mereka itu memiliki semangat juang yang tinggi, semangat juang yang tidak bisa di putarkan oleh hanya karena sesuatu, hanya karena uang, karena ini, karena itu, semangat juangnya luar biasa.

Kedua mereka itu memiliki pengaruh yang sangat besar di lingkungan dimana mereka berada. Sekarang tadi moderator menyampaikan kira-kira bagaimana kita memiliki nilai-nilai kepahlawanan dalam kontestasi politik nasional, yang sedang kita persiapkan dalam waktu dekat, memang tidak mudah kalau kita mencari tokoh-tokoh yang semangat juangnya seperti begini, untuk dijadikan kontestasi politik, apalagi pemilihan yang sekarang ini ada Pemilu, ada Pilkada dan macam-macam dan permasalahannya itu politik dikaitkan dengan pemilu dan sebagainya, hal ini tidak mudah mendapatkan saat ini. Apalagi saya melihat bahwa bukan kurang atau tetapi kita kurang mempromosikan tokoh-tokoh yang bagus ke tingkat nasional tokoh-tokoh inspiratif masa kini itu, kurang diangkat ke tingkat nasional, sehingga dibutuhkan media untuk memilih, mengangkat tokoh-tokoh inspiratif ke tingkat nasional (timyadi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *