oleh

Memiliki Anak Cerdas Jadi Idaman Orang Tua pada Umumnya

MEMILIKI anak dengan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi dan memiliki prestasi yang membanggakan di sekolah merupakan idaman orang tua pada umumnya. Sayangnya kondisi tersebut tidak selalu didapatkan akibat adanya hambatan perkembangan psikologis seorang anak.

Jika orang tua memiliki anak dengan hambatan perkembangan yang membuat anaknya tidak seperti yang diharapkan bukan berarti tidak bisa lagi diatasi. Ada terapi yang bisa dilakukan terhadap seorang anak agar bisa memiliki tingkat kecerdasan seperti yang diharapkan.

Hasil Riset tentang  Teori Kecerdasan yang dilakukan oleh psikolog dan pakar ilmu syaraf dari Harvard University, Prof. DR. Howard Gardner mengungkapkan, “Multiple Intelligences” atau kecerdasan ganda seorang anak ternyata masih dapat ditingkatkan.

“Metode meningkatkan kecerdasan ganda tersebut diantaranya melalui “Terapi Doa dan Pijat Pangkal Jari untuk kondisi normal serta special needs untuk penderita autis hiperaktif, down syndrome dan penyakit lainnya. Ini kami terapkan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” kata pakar terapi “Multiple Intelegenes” dan pengobatan alternatif KH. Ir. Noegroho Moempuni saat ditemui baru-baru ini  di kediaman sekaligus tempat praktiknya di Jl. Cempaka No. 60 Cireundeu, Ciputat Timur Tangerang Selatan.

Menurut Noegroho, pihaknya membuka praktik dan pengobatan terapi meningkatkan kecerdasan Multiple Intelligences dengan maksud untuk  membantu anak menjadi lebih pintar, cerdas, dan mandiri  dalam menghadapi persaingan di era global saat ini.

Setelah mengikuti terapi diaharapkan seorang anak akan mampu dan menguasai mata pelajaran matematika di sekolah. Biasanya seorang siswa yang pintar matematika akan lebih mudah dalam menerima mata pelajaran lainnya.

Setelah melalui proses terapi 1 periode, umumnya nilai pelajaran seorang siswa di sekolah akan mengalami peningkatan. Penekanan dalam penguasaan matematika di sini sangat diutamakan, karena hampir semua anak/orang dewasa yang pintar matematika biasanya secara otomatis akan lebih mudah menguasai mata pelajaran lainnya.

Sedangkan anak yang cerdas  lebih dapat menguasai berbagai mata pelajaran di sekolah dan mampu berprestasi dibanyak bidang. Dengan demikian  anak  diharapkan lebih unggul dan mampu menduduki posisi rangking dalam pengumpulan nilai di kelasnya.

Anak Jadi Pintar, Cerdas, dan Mandiri

Selain pintar dan cerdas terapi ini juga membuat seorang anak menjadi lebih mandiri, dimana mereka mampu mengatasi masalah yang dihadapi terhadap mata pelajaran di sekolah. Terutama untuk pelajaran yang mengutamakan logika serta bertanggung-jawab dan mampu  memimpin suatu organisasi kecil dalam lingkungannya serta dapat mengambil keputusan  terhadap hal-hal yang sifatnya berkelompok.

“Untuk mencapai sasaran Multiple Intelligences setidaknya diperlukan sekitar 3-5 periode terapi, dengan jumlah terapi/kedatangannya setiap periode antara 10 s/d 20 terapi,” ujar pria yang sempat 3 tahun tinggal di Arab Saudi ini.

Menurut KH. Noegroho, jumlah periode dan terapi kedatangan berbeda-beda bagi setiap anak. Hal ini dikarenakan tingkat inteligensia masing-masing anak berbeda sejak dilahirkan. Banyak faktor penyebabnya, seperti gizi makanan ibu selama mengandung, faktor genetik / keturunan, gizi anak setelah dilahirkan, jenis makanan dan  minuman anak.

Tingkat keberhasilan terapi kecerdasan ini akan sangat terbantu dengan ketekunan ibadah masing-masing pasien. Niat dan kesungguhan  pasien serta tertib dalam melakukan terapi sesuai petunjuk / kondisi masing-masing pasien.

Semua Agama Bisa Ikuti Terapi

Kendati Nugroho seorang Kyai, namun dalam menerima pasien yang bersangkutan tidak memandang keyakinan orang yang datang. Penganut agama apa saja  diperbolehkan mengikuti terapi.

“Semua yang datang kami terima dengan baik, tanpa membedakan suku bangsa, agama, dan ras. Masing-masing agama cukup diwajibkan melakukan ibadah dan do’a sesuai agama masing-masing,” tambahnya.

Bagi yang beragama Islam, disamping Sholat Fardhu 5 waktu, diharuskan melakukan Sholat Sunnah Tasbih setiap hari minimum 1 kali. Sedangkan bagi yang beragama Katholik, disamping kewajiban ke Gereja juga diharuskan setiap hari melakukan Do’a Rosario.

Bagi yang beragama Protestan, disamping kewajiban ke Gereja, juga diharuskan setiap hari melakukan Doa Syafa’at.

Sementara bagi yang beragama Hindu / Budha, disamping ibadah wajib, diharuskan juga melakukan meditasi setiap tengah malam.

Siapa saja dapat mengikuti terapi, mulai dari anak  usia 7 hari, balita, anak – anak, remaja, dewasa dan lanjut usia. Bahkan   ibu hamil juga disarankan mengikutinya agar janin di dalam kandungannya kelak lahir menjadi anak yang cerdas.

Terapi Kecerdasan oleh Kyai Noegrogo ini  dilakukan melalui metode Pijat Pangkal Jari. Memijat pangkal ruas jari kiri ditujukan untuk meningkatkan daya ingat, dan ruas jari kanan untuk meningkatkan daya tangkap. Sedangkan di antara jari tengah dan telunjuk untuk mengendalikan emosi.

“Metode terapi ini sudah mendapatkan Hak Cipta yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Jadi ini bukan motode pengobatan mistik,” jelasnya.

Bukan Pengobatan Mistik

Karena bukan pengobatan mistik, maka tidak mengherankan banyak pasien Pak Noeg berasal dari kalangan terpelajar termasuk para dokter. Bahkan pria yang masih terlihat sehat di usianya yang 76 tahun ini mengaku pernah mengobati hingga sembuh seorang dekan fakultas kedokteran dari universitas negeri ternama di Surabaya yang menderita sakit jantung berat.

“Pernah juga seorang psikiater dan guru besar yang terkenal sebagai ahli pengobatan penderita narkoba dari Universitas Indonesia mengajak saya untuk bekerjasama membuka klinik pengobatan. Namun saya tidak bersedia karena masih ingin lebih dekat dengan berbagai lapisan Masyarakat,” tambah pria lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Tidak hanya meningkatkan kecerdasan seorang anak, terapi pangkal jari juga mampu mengatasi berbagai macam penyakit berat. Misalnya stroke, asam urat, diabetes, penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya.

Salah seorang yang sudah merasakan hasil terapi pijat pangkal jari KH. Ir. Noegroho Moempoeni, MBA adalah Ibu Sri warga Meruya Selatan. Sebelumnya Ia mengaku sering stress memikirkan anaknya Siti Najwa  yang tidak mau sekolah.

Rupanya keengganan sekolah tersebut diakibatkan oleh anaknya yang menderita amandel. Ketika amandelnya kumat sang anak sering menderita kesakitan di telinga dan hidungnya  mimisan.

Ia kemudian membawa anaknya ke dokter. Oleh dokter anaknya diberi resep berisi obat antibiotik sehingga sakit di telingan anaknya berkurang. “Tapi saya khawatir jika sampai anak saya mengalami ketergantungan obat kimia,” uajrnya.

Akhirnya ada seorang temannya menyarankan agar anaknya diterapi di tempat KH. Ir. Noegroho Moempoeni, MBA yang akrab dipanggil Pak Noeg. “Alhamdulillah setelah menjalani terapi amandel anaknya saya tidak pernah kambuh lagi dan sekarang anak saya sudah rajin sekolah di Sekolah Hidayah Tahfiz Qur’an, Kebon Jeruk. Bahkan sudah hafal Al Qu’ran sebanyak 9 Juz dan sebentar lagi 10 Juz,” ujarnya.

Selain menjalani terapi kecerdasan terhadap anak-anak Pak Noeg juga menerima pasien penderita berbagai macam penyakit. Seperti Pak Budi warga Cimanggu, Bogor yang menderita berbagai penyakit seperti stroke ringan, diabetes, kolesterol dan asam urat tinggi.

Sebelumnya untuk berjalan Ia sangat bergantung pada bantuan tongkat. Tetapi saat ini sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat.

“Target saya Pak Budi harus bisa berlari lagi baru saya anggap benar-benar sembuh,” kata Pak Noeg. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *