oleh

Mantan Hakim Agung Artidjo adalah Sosok yang Tegas Memvonis Para Koruptor

POSKOTA.CO – Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiuun. Satu lagi berita duka, anggota Dewas (Dewan Pengawas) KPK, mantan Hakim Agung, Dr. Artidjo Alkausar, SH meninggal dunia pada Minggu (28/2/2021).

Sejumlah pengamat ikut berduka atas meninggalnya tokoh hakim agung yang dinilainya sangat tegas
dalam memberikan putusan hukum terhadap para koruptor. Salah satunya adalah R. Bagus D. Reksojoedo, SH, MH.

“Almarhum merupakan sosok hakim agung yang sangat istimewa dalam menjalankan perannya. Ia begitu sederhana dan bersahaja dalam keseharian, namun ia begitu tegas dalam memberikan putusan hukum terhadap para koruptor,” ucapnya.

Menurut Direktur Eksekutif Bibit Samad Rianto Center ini, hampir semua perkara kasasi pidana korupsi yang masuk dalam penangannya ia putus dengan sanksi pidana yang jauh lebih berat dari putusan hakim pada tahapan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Bibit Samad Rianto Center, R. Bagus D. Reksojoedo, SH, MH. (bw)

“Tentunya hal ini menjadikan beberapa terdakwa kasus korupsi berpikir ulang saat akan megajukan kasasi mengingat tak ada “ampun” bagi para koruptor yang kasusnya ditangani beliau,” ucapnya.

Advokat yang kini tengah mengambil gelar doktor tersebut menambahkan bagi para koruptor putusan Hakim Artijo, laksana petir di siang bolong yg mengagetkan dan membuat frustasi para koruptor yg berharap bisa ‘bermain’ agar lolos dari jeratan hukum.

“Namun sebaliknya, bagi masyarakat pencari keadilan putusan Hakim Artidjo seolah menjadi penawar dahaga di masa kekeringan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Langkah yang telah dilakukan Artidjo juga menjadi sebuah lecutan bagi para penegak hukum untuk segera sadar dan berubah menjadi konsisten dalam mejalankan perannya menindak para koruptor,” katanya.

Namanya, tambahnya, telah terukir manis dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Bangsa ini akan selalu mengenang beliau sbg salah satu penegak hukum yg berani melawan arus dengan mempertaruhkan segalanya hanya demi tegaknya keadilan.

“Kita berharap akan lahir “Artidjo” lainnya dimasa yang akan datang,  yaitu lahirnya para pejuang anti korupsi yg konsisten menjalankan perannya dalam berbagai upaya pemberantasan korupsi yang dijalankan bangsa ini. Sebab dengan penindakan yang tegas,  korupsi dapat ditekan. Tentunya dengan menekan angka korupsi maka kita dapat keluar dari keterpurukan,” harapnya.

Kabar meninggalnya Artidjo yang lahir di Situbondo, 22 Mei 1948 ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (28/2/2021). Mahfud menyebut Artidjo sudah lama berstatus dalam pengawasan akibat gangguan pada jantung dan paru-paru.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini,” tulisnya.

Menurut Mahfud, Artidjo merupakan seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Bahkan almarhum mendapat julukan ‘algojo’ oleh para koruptor.

Artidjo memulai karirnya sejak mendapat gelar sarjana dari Fakultas Hukum UII pada 1976. Lalu menjadi Direktur LBH Yogyakarta pada 1989. Pada 1989, ia berangkat ke New York  untuk pelatihan khusus pengacara bidang HAM di Columbia University. Ia juga menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Nortwestern University Chicago dan lulus pada 2002. Kemudian melanjutkan studi S3 di Undip.

Atas berpulangnya Artidjo yang ketika Di MA menjabat Ketua Kamar Pidana sejak 2014 dan sudah menangani 19.483 perkara sepanjang karirnya ini, Bagus mendoakan semoga Allah SWT menerima amal baiknya dan mengampuni segala dosa dan kesalahannya serta mendapat tempat yag mulia di sisi NYA. Aamiin YRA. (Budhi W)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *