POSKOTA.CO – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI bersama dengan Siber Kreasi menyelenggarakan dialog publik dalam rangkaian program Makin Cakap Digital 2022, Jumat (9/12/2022). Program ini merupakan program literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Rangkaian acara ini terbagi menjadi empat sesi. Sesi keempat digelar di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang dilakukan secara daring dengan mengangkat tema Pentingnya Public Speaking dalam Membentuk Personal Branding.
Pada dialog publik sesi keempat menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Agustin Rahmawati, S.Psi., M.Si., Psikologi selaku Dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang dengan materi terkait Etika Digital, Uzair, SE, M.Si selaku Direktur Utama PT ANTERO EKSPOSE MULTIMEDIA dengan materi terkait Budaya Digital, Sandra Sabellina, S.T selaku Content Management dengan materi terkait Keamanan Digital.
Agustin Rahmawati, memaparkan tentang Perempuan Berani Bersuara Terhadap Pelecehan di Media Sosial. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak korban pelecehan seksual di media sosial cenderung diam. Karena itu ia mengajak para perempuan untuk mulai bersuara dengan mencoba untuk menegur pelaku, mengumpulkan bukti, beritahu orang yang kamu percaya, dan laporkan pelaku.
Sedang Uzair dalam paparannya tentang Budaya Bermedia Digital mengatakan bahwa jatidiri kita dalam ruang budaya digital tak berbeda dengan budaya non digital. “Digitalisasi budaya memungkinkan kita mendokumentasikan kekayaan budaya. Digitalisasi Budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreativitas,” jelas Uzair.
Sedangkan Sandra Sabellina dalam paparannya tentang Hati Hati Rekam Jejak Digital mengungkapkan bagaimana cara merawat jejak digital. “Cari tahu terlebih dahulu jejak digital yang kita miliki, atur privasi di perangkat kita, periksa cookies pada perangkat kita, gunakan kombinasi yang kuat dalam membuat kata sandi, jangan post sesuatu yang sifatnya terlalu personal, posting hal-hal yang positif, selalu update sistem operasi dan antivirus,” tegasnya.
Acara ini diikuti secara gratis oleh berbagai lapisan masyarakat dan komunitas. Setiap peserta yang hadir pada acara ini diberikan E-Sertifikat dan bagi peserta yang beruntung mendapatkan beberapa hadiah yang telah disiapkan oleh panitia.
Sebagaimana diketahui hasil survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, menunjukkan indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Itu artinya bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.
Sebagai respon dari perkembangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan Program Indonesia Makin Cakap Digital.
Hal itu didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital. Melalui program ini 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.
Program Indonesia Makin Cakap Digital sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.







Komentar