oleh

Lima WNI Diculik Kelompok Abu Sayyaf Filipina

-Nasional-132 views

POSKOTA.CO – Lima warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai nelayan kembali diculik di tepi timur perairan Sabah, Lahad Datu, Malaysia oleh kelompok Abu Sayyaf dari Filipina Selatan.

Nelayan kapal yang diculik adalah kapten kapal pukat, Arsyad Dahlan berusia 41 tahun, La Baa berusia 32 tahun, Riswanto Hayano berusia 27 tahun, Edi Lawalopo berusia 53 tahun, dan Syarizal Kastamiran berusia 29 tahun. Semuanya adalah orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan.

Komandan Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom) Hazani Ghazali seperti dikutip salah satu media The Star, Minggu (19/1/2020), menjelaskan, kelompok Abu Sayyaf kerapkali menyandera untuk meminta tebusan.

Diceritakannya, enam pria bersenjata berpakaian terusan hitam menculik lima dari delapan nelayan, yang menggunakan kapal pukat sekitar pukul 20.00, di perairan antara Tambisan dan Kuala Meruap di Lahad Datu dekat perbatasan Laut Filipina pada Kamis (16/1/2020).

Kelompok penculik ini datang speedboat dan dilengkapi senjata api. Setelah menculik lima sandera mereka melarikan diri ke negara tetangga.

Peristiwa penculikan itu sendiri baru diketahui sehari setelah kejadian, sekitar pukul 13.00, ketika  kawanan nelayan setempat mencurigai melihat jaring ikan di tempat kejadian namun para nelayan tidak menemukan pukat maupun nelayan pemilik jaring dan langsung melaporkan ke kepolisian setempat.

Pasukan keamanan di bawah Esscom dikirim ke daerah itu segera dan pada pukul 21.00, mereka menemukan kapal pukat menuju Tambisan sebelum pasukan elite Esscom menaiki kapal pukat (SSK 00543) dan menemukan tiga anggota awak di dalamnya.

Namun kelompok penculikan meminta tebusan di bawah kendali orang-orang bersenjata Abu Sayyaf seperti Salip Murah dan Mike Apo yang kerap melakukan penargetan di sepanjang perbatasan laut antara Sabah dan pantai Pulau Tawi Tawi Filipina dalam perburuan mereka.

Perairan Tambisan yang berjarak hampir 10 menit dari Pulau Tawi Tawi telah menjadi lokasi penculikan sebelumnya karena kedekatannya dengan Tawi Tawi. (dr)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *