oleh

Klarifikasi Kakwarda Pramuka Sulteng Atas Berita Penyalahgunaan Wewenang

-Nasional-142 views

POSKOTA.CO – Mewakili Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Pramuka Sulteng Dr Hidayat Lamakarate, Sekretaris Kwarda Sulteng Dr Muzakir Tawil memberikan klarifikasi atas polemik dugaan penyalahgunaan wewenang dan APBD 2018-2019 sebagaimana telah diberitakan sejumlah media online beberapa hari lalu.

Kak Mute sapaan akrab Sekretaris Muzakir di kantor kwarda Jalan Cendrawasi, Minggu (19/1/2020), mengatakan, bahwa Kakwarda merasa heran kenapa tiba-tiba muncul pemberitaan semacam itu. “Padahal tim peduli pramuka yang digagas Kak Hasanudin Lamatta itu baru saja datang ke rumah saya bersama dua rekan timnya, dan kita bicara untuk pertemuan tanggal 22 Januari guna menyelesaikan polemik internal yang terjadi di grup WA Kwarda,’’ terang Kak Mute menirukan keheranan Kakwarda.

Dalam memberikan klarifikasi Kakwarda, Mute yang didampingi Wakil Ketua Bidang Bina Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Anto Pusadan SH, MH, mengatakan, transparansi dan mekanisme pengelolaan menegemen organisasi dan keuangan sudah sesuai dengan aturan dan amanat munas, rakernas dan rakerda.

Terhadap pernyataan tim peduli pramuka yang diinisiasi Kak Udin sapaan Hasanudin yang menyorot kepemimpinan Ketua Harian Baharudin HT yang dinilai tidak mampu menjalankan dan mempertanggungjawabkan tugas ketua harian, bahkan diduga terjadi penyalahgunaan wewenang serta penggunaan APBD sebagaimana diberitakan itu, lanjut Mute, merupakan dinamika biasa dalam setiap organisasi.

Dan kalaupun terjadi silang pendapat dan atau penilaian miring dari sesama pengurus, hal itu hak aspirasi bagi setiap pengurus kwarda, dan selalu dan pasti kita cross check, dan selesaikan secara demokratis serta senantiasa berlandaskan dasa darma pramuka antara lain suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

Dr Muzakir Tawil

“Dan memang, setelah Kakwarda Hidayat menghubungi satu per satu waka-waka bidang serta kepada Ketua Haian Baharudin HT terkait dugaan dimaksud,” jelas Mute tidak ada penyalahgunaan sebagaimana diberitakan itu.

“Transparansi pengelolaan dan laporan keuangan dan kegiatan rapat rapat, tak terkecuali gelar rakerda semua dilakukan sesuai aturan dan tupoksinya, termasuk mengenai penyusunan dan pelaksanaan program kerja” kata Sekretaris Mute yang lagi lagi menirukan pesan Kakwarda, sambil menambahkan tidak ada yang ditutup tutupi, bahkan saya (Kakwarda Hidayat-red), menginstruksikan agar berhati hati dalam menggunakan anggaran, dan kalau toch ada hal hal yang kurang dipahami atau terjadi dinamika selalu kita putuskan bareng-bareng.

“Jika ada kesan kebijakan ketua harian tumpang-tindih hal itu adalah manusiawi karena beliau juga banyak kegiatan organisasi lain yang butuh perhatian beliau,” ungkap Dosen Untad Palu itu.

Pokoknya, kata Sekertaris Kwarda, untuk mencapai tujuan visi misi Gerakan Pramuka, seluruh kebijakan yang ditetapkan oleh kita di rakerda selalu dan terus diupayakan memberikan kewenangan penuh pada masing-masing waka bidang dan andalan untuk melaksanakan kegiatan sesuai program yang sudah ditetapkan.

“Memang ada beberapa item program yang berubah lantaran kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan menyusul terjadinya bencana gempa tsunami dan likuifaksi di Palu, 28 September 2018 yang hingga saat ini partisipasi pramuka Sulteng pasca bencana itu masih terus dilakukan.

Seperti misalnya pembangunan Huntap, kerja sama Kwarda Jatim,” tandasnya, sambil menambahkan bahwa pada pasca bencana Sulteng kami memang lakukan kegiatan lain diluar program, seperti misalnya menghadiri musyawarah cabang (muscab) dan pelantikan pengurus kwarcab di kabupaten kota namun hal itu tidak keluar dari substansi program kerja 2018-2019.

“Pesan Kakwarda ke saya bahwa meskipun demikian Kakwarda akan menggelar rapat paripurna andalan malam ini, 20 Januari. Rapat paripurna andalan ini dimajukan dari rencana semula tanggal 22 Januari 2020.

“Dalam rapat nanti, Kakwarda akan memberikan arahan dan bimbingan agar polemik dan pemberitaan semacam ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Adalah merupakan bentuk keseriusan Kakwarda dalam merawat Gerakan Pramuka Sulteng dengan terus mengakomodasi setiap polemik dan aspirasi yang sewaktu waktu terjadi di internal Kwarda Sulteng,” katamantan Waka Bina Muda Kwarda Sulteng itu. (yat/ud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *