oleh

Kemenkop Gandeng Platform Wahyoo Bantu Warteg ‘Kembang-Kempis’ di Masa Pandemi

POSKOTA. CO – Teror pandemi Covid19 menyasar sektor Usaha Mikro Kecil Menengah unit warung makan dikenal Warung Tegal. Kedai langganan pekerja itu dikabari bertumbangan, 20.000 Warteg yang beromzet Rp 2 juta sampai Rp 10 juta per hari atau Rp 60 juta-Rp 300 juta per bulan.

Kementerian Koperasi & UKM dikepalai Teten Masduki pun bereaksi. Data Warteg berikut penyebab tumbang dikumpulkan untuk memastikan terkait perluasan bantuan. “Jika data yang dibutuhkan terkait dengan jumlah warteg yang terdampak bisa dikumpulkan dengan cepat dan tepat, maka proses pemberian bantuan akan cepat disalurkan,” ujar Eddy Satriya, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM, saat bertemu pengurus Warteg & penyedia platform digital Wahyoo, di kantornya.

Sejak 2020, katanya, Pemerintah membantu pelaku UMKM melalui Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro. Juga permodalan kerja dapat diakses melalui koperasi dalam Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) atau akses perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Pemetaan data akurat menjadi solusi mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas pelaku usaha di tengah dampak pandemi, yang sekaligus sebagai komitmen semangat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional untuk segera bangkit,” urai Eddy Satriya, Selasa (26/1/2021).

PEMULIHAN EKONOMI
Hal senada diungkap Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara)  dan  Paguyuban Pedagang Warung Tegal dan Kaki Lima se-Jakarta (Pandawakarta). Keduanya sepakat pemerintah pusat dan daerah menyegerakan penyaluran bantuan kepada Warteg yang terdampak pandemi Covid19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat se-Jawa dan Bali (d.h Pembatasan Sosial Berskala Besar).

“Hampir separuh pedagang warteg memilih pulang kampung karena pendapatannya terus menurun bersebab permintaan yang terbatas. Mereka rata-rata dari Tegal dan Brebes,” ungkap Ketua Kowantara, Mukroni.

Warteg salah satu usaha yang kembang-kempis di masa pandemi. (ist)

Kondisi itu diperparah, katanya, sewa yang wajib dibayar awal tahun serta banyaknya konsumen Warteg dari kalangan pekerja terkena pemutusan hubungan kerja atau bergiliran work from home, dan tidak terkendalinya harga pangan secara bergantian seperti tempe, daging, telur.

Menanggapi ini, pengamat politik Rocky Gerung pun mendesak Menteri Sosial, Tri Rismaharini, untuk peduli terhadap nasib pelaku (UMKM) Warteg karena bersinggungan dengan para pekerja kelas bawah sebagai gambaran ekonomi rakyat kecil seperti pemulung atau gelandangan.

“Ini yang mestinya disurvei Ibu Mensos Risma, kan ini bantalan sosial. Jangan mencari pemulung, carilah pemilik warung, wawancara dengan dia,” ujar Rocky Gerung dalam video berjudul “20 Ribu Warteg Bangkrut. Ayo Bu Risma Bikin BUMN Warung Tegal” yang dibagikan lewat kanal YouTube Rocky Gerung Official.

“Karena kebanyakan drama, Bu Mensos lupa bahwa bagian yang disebut ekonomi subsistem adalah warung tegal. Di situ pemulung bisa ngutang, bahkan 5 ribu perak, Warung Tegal oke. Itu yang gak diketahui Mensos Risma,” sambung Rocky Gerung.

Senada Rocky Gerung, ekonom Indef Eko Listyanto menyarankan pemerintah memperluas penyaluran bantuan lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional. Program 2021 disiapkan dana Rp403,9 triliun untuk beberapa klaster.

Rinciannya, untuk klaster kesehatan sebesar Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,2 triliun. Kemudian, sektoral k/l dan pemerintah daerah (pemda) Rp184,2 triliun, dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi Rp63,84 triliun, serta insentif usaha Rp20,26 triliun.

Salah satu bantuan di klaster UMKM adalah dengan menyalurkan bantuan presiden (banpres) sebesar Rp2,4 juta untuk usaha mikro. Di sini, ia menyarankan pemerintah memperluas bantuan banpres tersebut untuk usaha warteg. “Jadi bukan hanya usaha kecil atau skala mikro, tapi mungkin bisa ke warteg-warteg yang mau tutup itu,” saran Eko. (dk)

 13 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *