oleh

Keberanian Kapolri Menindak Dua Jenderal dalam Kasus Djoko Tjandra

-Nasional-64 views

POSKOTA.CO – Anggota Komisi III memberikan apresiasi atas langkah tegas Polri menghukum dua Jenderal sekaligus,Brigjen Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon. Hal itu terungkap Dalam rapat kerja (raker) dengan anggota Komisi III DPR yang
dilakukan secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Jenderal Pol Idham mendapat banyak pertanyaan serta masukan dari anggota Komisi III DPR berkenaan penanganan kasus Djoko Tjandra. Walaupun tidak menjawab secara detail, Jenderal Pol Idham menegaskan, kasus ini diserahkan kepada Kabareskrim
Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Tentu dengan satu pesan khusus, yakni tegak lurus dalam menindak. “Tentang penanganan Djoko Tjandra, saya menyerahkan sepenuhnya kepada bapak Kabareskrim untuk tegak lurus,” sambung Kapolri menegaskan.

Menurut Jenderal Pol Idham, walaupun terdapat dua perwira tinggi Polri yang tersandung kasus tersebut, hal itu harus dijadikan pembelajaran.“Ini bukan masalah tentang Jenderal Pol Idham. Bukan masalah tentang institusi. Jadi institusi ini kita boleh datang darimana saja, dan kita juga boleh pergi darimana saja tapi kita bicara institusi seluruh 440.000 polisi ini wajib menjaga panji-panji Tribrata itu. Itu komitmen saya, Pak,” kata Jenderal Pol Idham kepada anggota DPR.

Diberitakan sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menerangkan, pihaknya akan terus mengikuti jalannya sidang praperadilan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte terkait
penetapan tersangka dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. “Penyidik dan tim bentukan Bapak Kapolri dari Divkum dan penyidikan Bareskrim kan sudah menghadapi, kita hadapi apapun fakta-fakta hukum di pengadilan,” papar Brigjen Pol Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2020).

Brigjen Pol Awi melanjutkan, pihaknya akan membeberkan apapun yang dibutuhkan dalam sidang praperadilan itu. Yang jelas, penetapan tersangka Irjen Napoleon berangkat dari berbagai fakta temuan lapangan penyidik.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *