oleh

Indonesia Perlu Tingkatkan Literasi Digital

POSKOTA.CO – Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital, Firman Kurniawan mengatakan, rendahnya literasi digital di Indonesia bisa berdampak negatif ketika dihadapkan pada metaverse. Dijelaskannya, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital.

“Kita akan semakin memisahkan diri kita ke dalam perangkat dan aplikasi digital. Namun, yang terjadi kemudian metaverse akan menimbulkan masalah-masalah baru yang membingungkan, misalnya bisakah kejahatan di metaverse dituntut dan diadili di ruang analog?” tutur Firman Kurniawan, Selasa (28/12/2021), dalam keterangannya.

Lebih lanjut Firman mengungkapkan, ketidakjelasan akan menjadi warna dalam kehidupan metaverse. “Di metaverse batas antara milik saya dan milik Anda, yang resmi dan tidak resmi, yang diundangkan dan tidak diundangkan, akan melebur jadi satu,” ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan survei status literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada tahun 2020, Indonesia memiliki nilai indeks 3,47 dari rentang indeks 1-4 dengan penilaian indeks yang mengacu pada kerangka digital di sebuah negara milik UNESCO. Kominfo menyebut literasi digital di Indonesia masih dalam tingkat sedang dan belum mencapai status literasi yang baik. (*/miv)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.