oleh

BPJS Ketenagakerjaan Harapkan Wartawan Jadi Peserta Jamsostek

POSKOTA.CO – Setiap para pekerja memiliki hak untuk mendapatkan jaminan keselamatan kerja, begitu juga dengan wartawan yang kerap berhadapan dengan risiko selama bertugas di lapangan. Wartawan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bakal bebas biaya saat menjalani perawatan ketika terlibat kecelakaan dalam melaksanakan pekerjaannya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Muhyidin dalam diskusi bertema, “Peran Media dalam Menyosialisasikan Jaminan Kehilangan Pekerjaan”, yang diselenggarakan secara virtual zoom meeting, Jakarta, Selasa (28/12/21), dalam keterangannya.

“Jika terjadi kecelakaan, rekan-rekan sudah menjadi peserta BP Jamsostek langsung datang ke rumah sakit yang bekerja sama dengan kami. Bawa kartunya, nanti akan diobati langsung di sana sampai dengan sembuh total,” jelas Muhyidin.

Muhyidin juga menyebutkan bahwa BP Jamsostek sudah bekerja sama dengan kurang lebih 7.900 rumah sakit di seluruh Indonesia. Jadi ini dapat dimanfaatkan bagi wartawan yang terdaftar bila sewaktu-waktu mengalami musibah kecelakan yang menimpa.

“Begitu ada kecelakaan, bapak bisa datang ke rumah sakit disana akan dilayani di rumah sakit yang bekerja sama. Kalau rumah sakit sudah bekerja sama semua biaya pengobatan akan kami tanggung sampai dengan sembuh total,” ucap Muhyidin.

Namun, Muhyidin tidak dapat menampik bila ada beberapa rumah sakit di beberapa daerah yang belum bekerja sama dengan BP Jamsostek. Biasanya, lokasi kecelakaan lalu lintas jauh dengan rumah sakit rekanan BP Jamsostek, sehingga warga akan membayar terlebih dahulu biaya pengobatan.

Tetapi Muhyidin menyampaikan, biaya itu bisa diklaim dengan menyertakan bukti pengobatan di rumah sakit kepada BP Jamsostek. “Bisa juga kalau kecelakaan mungkin lokasi agak jauh dengan rumah sakit kerja sama namun bisa berobat di rumah sakit yang terdekat tetapi resiko dibiayai dahulu lalu nanti diklaim ke BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Muhyidin.

Demi mendukung peran wartawan atau jurnalis yang sedang melakukan peliputan berita, Muhyidin mengajak wartawan menggunakan kartu BP Jamsostek Ketenagakerjaan dengan baik. “Kita harapkan, gunakan saja layanan BP Jamsostek karena sudah pasti biaya pengobatan perawatan unlimited sesuai dengan indikasi medis,” imbuh Muhyidin.

Sementara itu, Pemred Suara Merdeka Yudi Syamhudi Suyuti menyebutkan, media massa merupakan pilar keempat demokrasi yang menjadi kontrol sosial dalam pelaksanaan program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. “Mulai dari risiko adanya korupsi atau keterbukaan informasi melalui program untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber pengamat komunikasi publik Andi Andrianto, Ketua Umum SBSI 1992 Sunarti. (fatar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.