oleh

Benny BP2MI ‘Murka’ Nama Lembaganya Dicatut Perusahaan Penempatan PMI Ilegal

POSKOTA. CO – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Benny Rhamdani, mengungkapkan kegeramannya saat mengetahui nama lembaganya dicatut oleh perusahaan ilegal penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Menyusul BP2MI menggerebek 25 calon pekerja migran di dua apartemen terpisah diduga korban PT SAI.

“Saya perintahkan Pak Sukmo untuk memeriksa tim lawyer, dan sejauh mana keterlibatannya dengan PT Savana Agensi Indonesia, yang mengaku-aku sudah koordinasi dengan BP2MI,” ujar Benny usai jumpa pers di kantornya, Rabu (21/4/2021).

Penugasan Benny kepada Kepala Biro Hukum BP2MI, Sukmo Yuwono, itu setelah terbongkarnya praktek ilegal PT SAI merekrut TKI ke berbagai negara melalui pelacakan media sosial. “Sindikat ini menyebarkan berita bohong telah bertemu saya, dan sudah diatur tim lawyer BP2MI,” ujarnya.

Tim lawyer dimaksud, katanya, merupakan bentukan kepemimpinan sebelum dinakhodai Benny Rhamdani atau semasa BP2MI bernama BNP2TKI yaitu Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia, sesuai Undang Undang nomor 18 tahun 2017 tentang Pekerja Migran Indonesia.

Sebelumnya, ada 15 CPMI diamankan BP2MI dari Apartemen Ia di bilangan Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, dan 10 CPMI dari Apartemen PM Kembangan, Jakarta Barat, mengaku diperdaya PT SAI dengan kerugian Rp 15 juta hingga Rp 70 juta per orang, Seorang lainnya, bahkan, terlunta-lunta di Turki.

BP2MI MoU

Di tempat sama BP2MI dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menandatangani Nota Kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bidang ketenagakerjaan dimana BP2MI menjadi fasilitasi masyarakat Minahasa Utara bekerja di luar negeri setelah mengikuti kompetensi keahlian yang dibiayai Pemkab setempat.

Sementara Bupati Joune JE Ganda mengapresiasi BP2MI pimpinan Benny Rhamdani yang bersedia memfasilitasi warganya untuk bekerja di luar negeri. “Kami segera siapkan tenaga-tenaga terampil warga kami untuk bersaing kerja sehat di luar negeri, sebagai pahlawan devisa daerah,” ujarnya. “Kami menyambut baik kerjasama dengan BP2MI untuk memberikan pendidikan kepada calon PMI agar mereka disiapkan terlebih dulu sebelum berangkat ke negara mereka akan kerja,” imbuhnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *