POSKOTA.CO – Hari pertama masuk kerja ASN pasca libur Idul Fitri 1441 Hijriah, Wali Kota Bogor Bima Arya langsung memimpin penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) Pasar Bogor.
Sedikitnya 200 personel gabungan melakukan penertiban dan pembersihan sisa lapak PKL di ruas Jalan Pedati dan Jalan Lawang Saketeng, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (26/5/2020) pagi.
Sedikitnya ada 696 PKL yang direlokasi masuk ke dalam pasar. Wali Kota Bogor Bima Arya secara langsung memimpin penertiban yang diawali apel.
Diktakan Bima Arya, keberadaan PKL di Jalan Lawang Saketeng dan Jalan Pedati, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kedua ruas jalan tersebut menjadi salah satu lokasi penumpukan manusia.
Dia berharap, dengan direlokasi, selain membuat para pedagang menjadi lebih nyaman dan aman berjualan, utamanya di tengah pandemi Covid-19, sehingga tidak adanya penumpukan manusia di tengah pasar.
“Hari ini kita turun semua untuk menertibkan dan mengosongkan, para pedagang juga sudah sepakat untuk ke dalam pasar. Jika sudah ditarik ke dalam Insya Allah akan lebih cair lagi. Itu intinya. Selain itu dengan dibersihkan kedua ruas jalan tersebut untuk mengurangi kemungkinan penularan Covid-19,” katanya.
Nampak beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hadir mendampingi Bima Arya, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deni Wismanto, Kepala Dinas PUPR Chusnul Rozaqi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Samson Purba, Kasatpol PP, Agustian Syah, Kepala Dishub Eko Prabowo dan Dirut Perumda PPJ Muzakkir serta aparatur wilayah setempat.
Dalam penertiban tersebut turut mendampingi, Kasatpol PP Agustian Syah, Kadishub Eko Prabowo, Kepala KUKM Samson Purba, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid, Lurah Gudang dan perwakilan dari Unsur Forkompinda yaitu Polresta Bogor Kota, Denpom III/I Slw dan Kodim 0606/Kota Bogor bergabung dengan Yonif 315/Grd.
Sementara itu, untuk menampung para PKL yang ditertibkan, Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor mempersiapkan sedikitnya 700 loss. “Kami siapkan kurang lebih 700 loss untuk menampung PKL ke dalam pasar,” kata Dirut Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir.
Muzakkir, menyebutkan, total PKL Pedati dan Lawang Saketeng yang dipindahkan berjumlah 696 PKL. Pihaknya telah menyediakan tempat sebanyak 473 di lantai 3 dan sisanya tersebar di lantai lain menyesuaikan komoditi masing-masing. “Insya Allah sebanyak 696 PKL dapat tertampung semua di dalam pasar,” kata Muzakkir.
Mengenai pembayarannya, Muzakir menjelaskan, untuk sementara 696 PKL yang dipindahkan hanya akan dikenai tarif kebersihan dan keamanan sebesar Rp150 ribu per bulan yang pembayarannya bisa diangsur atau dicicil setiap hari. “Jadi, dibanding mereka jualan di jalan yang besar pungutannya sehari hingga Rp50 ribu, jualan di dalam pasar jauh lebih murah,” katanya.
Muzakkir menegaskan, Perumda PPJ Kota Bogor siap menegakkan aturan bersama OPD terkait, kepolisian dan TNI, sehingga kedepan tidak ada lagi yang berjualan di jalan.
Sementara, untuk sewa loss yang ditempati 696 PKL Lawang Saketeng dan Pedati, pihaknya berencana akan menagih pada bulan kedua. “Untuk saat ini yang penting mereka masuk dulu,” kata Muzakkir.
Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto, mengatakan, pihaknya menerjunkan seluruh armada angkutan yang dimiliki guna mendukung penertiban dan pembersihan lapak-lapak PKL. Kurang lebih ada 120 armada, sebagian diantaranya melaksanakan tugas pengangkutan pagi hari terlebih dahulu. “Setelah selesai, mereka bergabung ke Suryakencana. Demikian juga petugas lain, setelah selesai akan ikut bergabung,” katanya.
Selain armada angkutan, DLH Kota Bogor menyiapkan 2 traktor pengangkut sampah dan puluhan petugas kebersihan. Adapun daya angkut armada yang ada, rata-rata 15 kubik.
Pada kesempatan tersebut, Deni juga menyampaikan, total sampah yang diangkut jajarannya mulai malam takbiran hingga Idul Fitri kurang lebih berjumlah 1.800 meter kubik sampah yang berhasil diangkut 120 armada. “Hingga hari ini, armada yang ada kita optimalkan dan kita kerahkan, termasuk para personelnya,” kata Deni. (ymd)








Komentar