oleh

Wagub Ariza Dukung Sosialisasi Kesehatan di Era Pandemi Covid-19

POSKOTA.CO – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung penuh segala bentuk kegiatan penyuluhan dan gerakan sosialisasi kesehatan pada era pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut sangat penting dan relevan dengan kondisi saat ini, mengingat selama pandemi, masyarakat sangat membutuhkan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan yang intens, antara lain edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh Wagub Ariza saat menghadiri Webinar BKOW Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Dalam webinar tersebut, hadir pula Ketua Umum BKOW DKI Jakarta Ellisa Sumarlin beserta jajaran, para pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, SKPD atau dinas terkait, serta para pakar di bidang terkait sebagai narasumber.

“Saya mengapresiasi diadakannya Webinar BKOW Peduli Kesehatan dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi kesehatan di era pandemi Covid-19. Tujuannya, selain untuk meningkatkan daya survial dan pengetahuan kita dalam menghadapi pandemi, juga untuk menangkal hoaks yang sering kali membuat berbagai kebijakan yang sudah ditetapkan berjalan tidak lancar sebagaimana mestinya,” ungkap Wagub Ariza saat memberikan sambutan webinar secara daring, di rumah dinas, Jakarta Selatan.

Wagub Ariza menjelaskan, penyuluhan dan sosialisasi kesehatan memegang peran penting dalam penanganan pandemi Covid-19. Mengingat pandemi adalah kejadian yang belum pernah dialami sebelumnya, setidaknya dalam 100 tahun terakhir. Karena itu, seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Ibu Kota Jakarta, sangat membutuhkan banyak edukasi dari para pakar kesehatan dan epidemologi. Sehingga berbagai dampak buruk dari pandemi ini bisa diminimalisasi.

“Selama pandemi ini, secara sadar maupun tidak, sebenarnya telah mendapatkan berbagai penyuluhan kesehatan dari para ahli, antara lain seperti menerapkan 3M, sebagai cara yang ampuh dalam memutus rantai penularan virus Corona di tengah masyarakat, yaitu dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sekarang, bahkan berkembang menjadi 5M dengan menambah seruan untuk menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi,” terang Wagub Ariza.

Selain itu, Wagub Ariza mengatakan, saat ini sebenarnya yang dihadapi bukan hanya pandemi tetapi juga infodemik, yaitu banyaknya informasi bohong atau hoaks yang banyak bertebaran di masa pandemi Covid-19.

Infodemik yang dihadapi saat ini adalah terkait informasi yang tersebar mengisi ruang publik, namun isinya adalah kebohongan serta tidak mendukung kerja kolaboratif bangsa dalam melawan pandemi, khususnya di Ibu Kota Jakarta.

“Sosialisasi kesehatan mengenai cara pencegahan Covid-19 hingga pengurusan jenazah seperti yang akan diberikan di seminar kali ini, sangatlah penting diberikan kepada masyarakat. Meski dengan keterbatasan, harus tetap dilakukan. Dan salah satu caranya, adalah memanfaatkan kemajuan teknologi, misalnya dengan diskusi online ataupun kreatifitas di media sosial,” tegas Wagub Ariza.

Di akhir sambutan, Wagub Ariza tak lupa kembali mengingatkan mengenai arti penting penerapan protokol kesehatan secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kemudian, ia berharap organisasi-organisasi maupun komunitas-komunitas lain yang ada di Ibu Kota Jakarta dapat melakukan berbagai kegiatan positif, berkolaborasi dalam pengendalian wabah, antara lain dengan turut serta menyelenggarakan kegiatan penyuluhan
dan sosialisai kesehatan dan kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19.

“Saya berharap organisasi-organisasi, (juga yang berada) di bawah payung BKOW ini terus menggalakkan penyebaran informasi yang valid dan positif terhadap kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Teruslah bergerak dengan semua potensi yang ada. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi ujian ini. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin,” ujar Wagub Ariza.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BKOW Provinsi DKI Jakarta Ellisa Sumarlin menyampaikan, baik pemerintah maupun masyarakat tentunya tidak boleh hanya diam berpangku tangan di masa pandemi Covid-19. Akan tetapi harus melakukan sesuatu sesuai dengan bidang dan kompetensi kita masing-masing, berkolaborasi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

Penanggulangan pandemi Covid-19 menuntut kesadaran, kekompakan dan tanggung jawab semua pihak, baik itu masyarakat maupun pemerintah.

“Covid-19 ini masih berlangsung tanpa kita tahu secara persis kapan pandemi ini selesai. Belum lagi kalau kita bicara perihal dampak pandemi Covid-19 dari sudut pandang sosial, ekonomi dan lingkungan. Maka masih akan banyak lagi ‘PR’ yang harus dikerjakan. Secanggih apa pun aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, kalau tidak diikuti oleh kesadaran, kekompakan dan disiplin prokes dari masyarakat, maka selesainya pandemi
ini akan semakin lama,” tutur Ellisa.

Dalam kerangka itulah, tambah Ellisa, BKOW DKI Jakarta juga menggelar berbagai kegiatan untuk membantu proses penanggulangan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan, serta kegiatan vaksinasi untuk anggota organisasi BKOW dan masyarakat.

“Yuk ikut vaksin! Insya Allah dengan vaksin, kita juga berkontribusi menghentikan laju penyebaran Covid-19. Semoga di masa pandemi, kita selalu semangat dan berpikiran positif menjalankan berbagai aktivitas. Tentunya dengan tetap disiplin prokes yang dianjurkan,” tuturnya. (*/miv)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.