oleh

Tidak Membawa Dokumen, Mediasi Warga Pasar Baru Gaduh, CKTRP: ‘Hari Selasa Segel dan Penutupan Lokasi’

POSKOTA.CO – Suasana tegang mewarnai pertemuan rapat mediasi pengaduan warga soal pembangunan 8 lantai yang berdiri tegak di pemukiman, Jalan Krekot Bunder 1 RW 05, Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta Pusat, yang sempat gaduh pada, Jumat (10/9/2021) siang.

Sebanyak kurang lebih 50 warga dari tiga RT terdiri dari warga RT 002, 003 dan 004 di RW 05, Pasar Baru, Sawah Besar ini protes lantaran perwakilan dari pihak pengembang atau pemilik hotel Heef tidak membawa dokumen perizinan pembangunan 8 lantai sesuai arahan rapat undangan yang di pimpin Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan.

Sontak saja, dalam pertemuan ini, Sandicky mengungkapkan, terkait dengan izin pembangunannya pihak pengembang atau pemilik pembangunan sudah tidak membawa dokumen izinnya. Apalah arti dalam pertemuan rapat ini. “Dokumen izin tidak dibawa apa artinya rapat ini, selesai,” ungkapnya saat mendampingi Fery warga yang rumahnya rusak dampak dari pembangunan itu.

Hal senada juga dilontarkan, tokoh masyarakat, Yongki menilai akibat pembangunan 8 lantai itu rumah warga rusak. “Pertemuan rapat ini tidak ketemu. Saya jadi pusing padahal ini menyangkut keselamatan nyawa warga. Intinya saya tidak mau ada warga yang terdampak dari pembangunan itu,” tegasnya.

Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, Dede Sulaeman sempat mempertanyakan kenapa petugas CKTRP Kecamatan tidak mengetahui bahwa ada pembangunan 8 lantai di Jalan Krekot Bunder 1, RW 05 Pasar Baru. “Pengawasan bangunan melekat pada petugas CKTRP. Saya jadi binggung juga kalau pengawasan dari CKTRP Kecamatan Sawah Besar tidak mengetahui ada pembangunan 8 lantai selama ini kerja nya ngapain,” ungkap Om Delman panggilan akrab Dede Sulaeman.

Dia menegaskan, jika Izin mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan 8 lantai itu menyalahi Izin ya semestinya, petugas CKTRP melakukan tindakan tegas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) antara lain seperti, Surat Peringatan (SP), segel dan mengusulkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) ke Satpol PP Jakarta Pusat. “Kami minta jika menyalahi Izin bangunan itu harus ditindak,” tandasnya.

Staf Suku Dinas (Sudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Sawah Besar, Yayan menjelaskan, setiap IMB yang diterbitkan PTSP, maka petugas CKTRP mempunyai kewajiban melakukan pengawasan dan survay di lapangan. “Sangat disayangkan pihak pengembang atau pemilik hotel tidak membawa berkas-berkas dokumen sesuai yang diisyaratkan pak Camat Sawah Besar sesuai undangan nya . Kalau itu dibawa saya dengan mudah bisa mengetahui dan warga diharap bersabar,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika kemudian survay dari Sudin CKTRP Jakarta Pusat di lokasi pembangunan didapati pelanggaran ketidaksesuaian prosedur IMB maka CKTRP berhak melakukan prosedur tindakan seperti SP, segel SPB dan mengusulkan rekomendasi,” paparnya.

Ditempat terpisah, Staf Sudin CKTRP Jakpus, Soleh saat dihubungi telepon menuturkan, terkait dengan pembangunan 8 lantai Jalan Krekot Bunder 1 Pasar Baru Sawah Besar sudah langsung dilaporkan ke kepala. “Hari Selasa akan dilakukan tinjauan, opname dan administratif,” ujarnya. Soal pembangunan itu, kata dia, sebelumnya sudah pernah ada pemeriksaan dan administratif tapi tertunda reses dan ada PPKM awal. “Hari Selasa jadwal masuk WFH.. Hasil opname dan lanjutan bangunan tersebut akan langsung pengenalan segel dan penutupan lokasi,” tambahnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *