oleh

Tidak Ada Anggaran, Santunan Kematian Warga Kota Depok akibat Covid-19 Dihentikan

POSKOTA.CO – Penyaluran santunan kematian untuk warga Kota Depok yang meninggal dunia akibat Covid-19 dihentikan sesuai surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) Nomor 150/3.2/BS/.01.02/02/2021, yang dikeluarkan pada 18 Februari 2021.

“Benar, sesuai surat dari Kemensos makan santunan kematian untuk warga Kota Depok yang terkena Covid-19 dihentikan atau tidak diberikan ke ahli waris, ” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Usman Haliyana, Rabu (24/2).

Terkait masalah penghentian santunan kematian untuk warga yang terkena Covid-19 pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan dan sosialisasi kepada lurah dan camat terkait pemberhentian santunan korban meninggal Covid-19.

Menurut dia, sosialisasi atau pemberitahuan ini untuk dilanjutkan ke masyarakat untuk mengetahui adanya kebijakan Kemensos agar tidak menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait santunan kematian.

Sebelumnya, Dinsos Kota Depok memang diingatkan untuk menyosialisasikan kebijakan tentang adanya bantuan bagi korban bencana meninggal akibat Covid-19 dengan menyampaikan sejumlah persyaratan kemudian berkas warga atau ahli waris yang mendaftar ditapung.

Dari 99 berkas kematian warga akibat Covid-19 Kota Depok yang sudah diajukan sebanyak 68 berkas ke Propinsi Jawa Barat sejak tahun 2020 yang selanjutnya oleh Propinsi Jabar diajukan ke Kemensos namun belum satu pun yang menerima hingga adanya surat pemberitahuan dari Kemensos, katanya.

Biasanya, tambah dia, santunan kematian yang akan diterima warga atau ahli waris akan ditransfer langsung ke rekening pemohon tanpa melibatkan Dinsos Depok. “Dinsos Depok hanya menerima berkas dan mengajukan ke Propinsi Jabar, ” tuturnya.

Perlu diketahui, bantuan korban meninggal akibat Covid-19 mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta, sesuai kebijakan dari Kemensos RI. Namun, Kemensos RI menghentikannya karena tidak tersedianya alokasi anggaran santunan korban meninggal akibat Covid-19. (anton/bw)

 32 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *